Pembinaan Gapoktan Oleh pemerintah Desa Dalam Penguatan Usaha Pertanian Di Desa Nagreg Kendan Kecamatan Nagreg
Abstract
Penelitian berjudul “Pembinaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) oleh Pemerintah Desa dalam Penguatan Usaha Pertanian di Desa Nagreg Kendan, Kabupaten Bandung” ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya pembinaan. Masalah utama meliputi ketidaksesuaian pengadaan sarana produksi (pupuk subsidi, bibit, obat-obatan) dengan kebutuhan petani, serta keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan) yang menghambat efisiensi produktivitas.
Teori yang di gunakan yaitu teori pembinaan Musanef (2013) yang mencakup tujuh dimensi: perencanaan, penyusunan, pembangunan, pengembangan, pengarahan, penggunaan, dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan Gapoktan oleh Pemerintah Desa Nagreg Kendan sudah cukup optimal melalui tujuh dimensi pembinaan. Pertama perencanaan, Melibatkan anggota dalam penyusunan RDKK. Kedua penyusunan, dilakukan melalui penyaluran bantuan dinas dan peran Koperasi Desa Merah Putih. Ketiga pembangunan, pembentukan tim pembina bersama UPTD dan PPL. Keempat pengembangan, Kolaborasi pelatihan berupa sosialisasi. Kelima pengarahan, Bimbingan teknis masih perlu ditingkatkan terkait implementasi lapangan. Keenam penggunaan, Optimalisasi infrastruktur JUT dan Jides, meski pemakaian alsintan masih bergilir. Ketujuh pengendalian, Monitoring berkala telah dilakukan.

.png)
.png)
