PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI KECAMATAN MUARAGEMBONG KABUPATEN BEKASI
Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Kecamatan Muaragembong tahun 2024, wilayah ini memiliki angka stunting tertinggi di kabupaten. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah kecamatan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemberdayaan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Muaragembong. Teori yang digunakan adalah tahap-tahap pemberdayaan masyarakat menurut Isbandi Rukmito Adi, meliputi persiapan, assessment, perencanaan, formulasi rencana aksi, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan dan assessment telah dilakukan cukup baik, namun sarana pemberdayaan belum efektif. Perencanaan program sudah baik, tetapi partisipasi masyarakat masih rendah. Formulasi rencana aksi berjalan dengan dukungan kader lokal, sedangkan pelaksanaan dan evaluasi belum optimal karena kegiatan tidak rutin dan kebutuhan masyarakat belum terpenuhi. Terminasi juga belum tercapai karena masyarakat belum mandiri. Hambatan utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan ekonomi, persepsi stunting sebagai faktor genetik, serta jarak pemukiman yang menyulitkan. Upaya yang dilakukan pemerintah kecamatan antara lain melibatkan RT/RW untuk mengajak warga, mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi, serta meningkatkan intensitas edukasi dan sosialisasi.
References
Dasman, H. (2019). Empat dampak stunting bagi anak dan Negara Indonesia. 1-10.
Dyah dwi astuti, d. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam rangka stop generasi stunting. Jurnal Masyarakat Mandiri, 156-162.
Delwien Esther Jacob, S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat karubaga district sub district tolikara provinsi papua. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), 1-16.
Dr. Agustina Setiawan, S. M. (2022). Pemerintah desa (partisipasi dalam perencanaan pembangunan desa). Yogyakarta: Grup Penerbitan CV Budi Utama.
Elvia, U. (2025). Kinerja Program Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Bekasi. Ejurnal.undip, 1-11.
Fadli Syahputra, d. (2022). Pemberdayaan masyarakat tentang percepatan penurunan stunting di Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Jurnal pengabdian aceh, 247-254.
Hidayatu Munawaroh, d. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam rangka pencegahan stunting sejak dini di kecamatan pagedongan kabupaten banjarnegara. Jurnal pemikiran agama dan pemberdayaan, 231-242.
Hidayatullah, F. A. (2019). strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokqal candi plaosan melalui program desa wisata untuk kembandirian ekonomi di desa bugisan kecamatan prambanan kabupaten klaten. Unnes.ac.id, 1-86.
Intan, F. R. (2023). Literasi stunting untuk anak usia dini di TK Melati Terpadu Kabupaten Ogan ilir. Jurnal pengabdian kepada masyarakat.
Irwansyah, D. p. (2020). memahami masyarakat dan perspektif. Jurnal manajemen pendidikan dan ilmu sosial .
Kemenko, S. (2025, MEI 02). Prevalensi Stunting tahun 2024. Diambil kembali dari Kemenko.
Lesamana, I. S. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi program pencegahan stunting di kelurahan bendung kecamatan kasemen kota serang. Jurnal of Engagement, 178-187.
Mambo. (2017). pemberdayaan kelompok tani sayur di kelurahan kakaskasen II kecamatan tomohon utara. Tomohon.
Maulana, R. (2024, Maret 27). Tekan Stunting, Puskesmas muara gembong luncurkan inovasi Deting Mugeri. Diambil kembali dari Bekasikab.go.id.
nurjayanti, E. d. (2024). pengaruh pengetahuan ibu tentang gizi terhadap kejadian stunting pada balita di puskesmas karangmijo II Tahun 2024.
PosBekasi. (2024, maret kamis). Puskesmas muara gembong luncurkan inovasi denting mugeri percepatan penurunan stunting. Diambil kembali dari Posbekasi.com.
SiaranBekasi. (2024, November 14). RSUD Cabangbungin Bersama Puskesmas Muara Gembong Skrining Stunting Di Desa Jayasakti. Diambil kembali dari SiaranBekasi.
Sukmana, O. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi dan pemanfaatan potensi lokal dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial. Jurnal madaniya.
Teti anggita safitri, d. (2024). Program pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan stunting melalui edukasi, kebin gizi, dan PMT Inovatif di Desa Plumbon. Jurnal pengabdian kepada masyarakat, 1995-2000.
Unicef, S. (2024, mei 1). Kenali faktor risiko yang dapat menyebabkan balita mengalami wasting (Gizi Kurang dan Gizi Buruk). Diambil kembali dari Unicef Indonesia.
Wira. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting pada balita. Jurnal.stahnmpukuturan.
Zahra. (2025). Strategi penanganan Stunting pada Dinas Kesehatan di Kabupaten Bekasi. uinsgd.
Regulasi
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.
Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Peraturan Bupati No. 205 tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting.

.png)
.png)
