Urgensi Green Governance Dan Sustainable Administration Dalam Menghadapi Tantangan Lingkungan Dan Kebencanaan Di Kabupaten Bandung
Abstract
Penelitian ini menganalisis urgensi penerapan green governance dan sustainable administration dalam tata kelola lingkungan dan kebencanaan di Kabupaten Bandung. Permasalahan ini didasari oleh meningkatnya kejadian bencana hingga 934 kasus pada tahun 2023, pengelolaan sampah yang belum optimal, serta alih fungsi lahan di kawasan hulu DAS Citarum yang mengindikasikan kesenjangan antara ketersediaan regulasi dengan realitas pelaksanaan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji konsep green governance dan sustainable administration serta relevansinya bagi tata kelola lingkungan dan kebencanaan; (2) menganalisis kondisi implementasi kedua konsep tersebut di Kabupaten Bandung; dan (3) merumuskan rekomendasi strategis penguatan tata kelola berbasis keberlanjutan di Kabupaten Bandung. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan studi kepustakaan dengan data sekunder yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kedua konsep tersebut masih bersifat parsial dan belum terintegrasi, dengan hambatan utama berupa fragmentasi kelembagaan, lemahnya koordinasi lintas sektor, partisipasi publik yang belum substansial, serta pendekatan yang cenderung reaktif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor, integrasi kebijakan hijau dalam perencanaan daerah, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung transparansi tata kelola lingkungan di Kabupaten Bandung.

