ANALISIS TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN DIPLOMASI MARITIM PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN DI KARANG SINGA
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi dan kebijakan pemerintah Indonesia dalam menegakkan kedaulatan di Karang Singa berdasarkan UNCLOS 1982 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana hukum internasional mengatur batas maritim Indonesia dan bagaimana strategi diplomasi serta pembangunan infrastruktur dapat memperkuat klaim kedaulatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan mercusuar di Karang Singa merupakan penerapan prinsip effectivités untuk memperkuat klaim kedaulatan, didukung oleh diplomasi internasional yang aktif. Kesimpulannya, pendekatan hukum, diplomasi, dan pengelolaan wilayah yang efektif diperlukan untuk memastikan kedaulatan Indonesia di Karang Singa tetap terjaga
References
Dhiana Puspitawati. (2017). Hukum Laut Internasional. Kencana.
Djalal, H. (2017). PENYELESAIAN SENGKETA SIPADAN-LIGITAN: INTERPELASI. Jurnal Hukum & Pembangunan, 33(1). https://doi.org/10.21143/jhp.vol33.no1.1374
Fithriatus Shalihah. (2016). Eksistensi Konsep Negara Kepulauan ( The Archipelagis State) Dalam United Nation Convention On The Law Of The Sea (UNCLOS) 1982 Terhadap Kedaulatan Wilayah Perairan Perbatasan Indonesia. Seminar Penegakan Hukum Terhadap Kedaulatan Wilayah Perbatasan NKRI Dalam Perspektif Hukum Internasional.
Huala Adolf. (2016). Aspek-Aspek Negara Dalam Hukum Interasional. Keni Media.
Huala Adolf. (2019). Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional. Sinar Grafika.
I Wayan Parthiana. (2014). Hukum Laut Internasional dan Hukum Laut Indonesia. Yrama Widya.
Indien Winarwati. (2016). Konsep Negara Kepulauan Perspektif Hukum Laut dan Penetapan Garis Batas. Setara Press.
Leatemia, W., & Wattimena, R. M. (2022). Penegakan Kedaulatan dan Hukum Pada Wilayah Laut Indonesia. In Jurnal Ilmiah Indonesia (Vol. 7, Issue 8.5.2017).
Østhagen, A. (2020). Maritime boundary disputes: What are they and why do they matter? Marine Policy, 120. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2020.104118
Pratiwi, D. K. (2020). KEAMANANAN LAUT WILAYAH PERBATASAN INDONESIA SEBAGAI BENTUK PENJAGAAN KEDAULATAN NEGARA. SUPREMASI Jurnal Hukum, 3(1). https://doi.org/10.36441/supremasi.v3i1.122
Prayuda, R., & Sundari, R. (2019). Diplomasi dan Power: Sebuah Kajian Analisis. Journal of Diplomacy and International Studies, 2(1).
Riyanto, S. (2012). KEDAULATAN NEGARA DALAM KERANGKA HUKUM INTERNASIONAL KONTEMPORER. Yustisia Jurnal Hukum, 1(3). https://doi.org/10.20961/yustisia.v1i3.10074
Soemarmi, A., & Diamantina, A. (2019). KONSEP NEGARA KEPULAUAN DALAM UPAYA PERLINDUNGAN WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN INDONESIA. Masalah-Masalah Hukum, 48(3), 241. https://doi.org/10.14710/mmh.48.3.2019.241-248
Sunaryo, T. (2019). Indonesia Sebagai Negara Kepulauan. Jurnal Kajian Stratejik Ketahanan Nasional, 2(2).
Vinata, R. (2017). HARMONISASI EQUIDISTANCE LINE PRINCIPLE DAN MEDIA LINE PRINSIPLE DALAM PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT. Perspektif Hukum, 17(2). https://doi.org/10.30649/phj.v17i2.173
Yani, Y. M., & Lusiana, E. (2018). SOFT POWER DAN SOFT DIPLOMACY. Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 14(2). https://doi.org/10.24042/tps.v14i2.3165
Yusnita, U. (2018). Indonesia Dan Malaysia Dalam Perspektif Hukum Internasional. Binamulia Hukum, 7(1).
Yusnita, U. (2022). Penyelesaian Batas Laut Teritorial (Studi Kasus Batas Laut Teritorial Segmen Barat Indonesia Dengan Singapura). Justice Voice, 1(1). https://doi.org/10.37893/jv.v1i1.111
Zacher, M. W. (2001). The territorial integrity norm: International boundaries and the use of force. International Organization, 55(2). https://doi.org/10.1162/00208180151140568

