OPTIMALISASI PERAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS TATA KELOLA PEMERINTAHAN WILAYAH MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SUMUR BANDUNG KOTA BANDUNG

  • Zainul Arifin Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Agus Subagyo Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Agustina Setiawan Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Peran Camat, Good Governance, Efektivitas Pemerintahan, Pemberdayaan Masyarakat, Tata Kelola Pemerintahan.

Abstract

Optimalisasi tata kelola pemerintahan pada tingkat kecamatan menjadi salah satu prasyarat
penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif, partisipatif,
transparan, dan akuntabel. Camat sebagai perangkat daerah memiliki posisi strategis dalam
mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, serta
pemberdayaan masyarakat sebagai implementasi prinsip-prinsip good governance. Namun
demikian, berbagai persoalan seperti rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan kapasitas
aparatur, lemahnya koordinasi lintas sektor, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital
masih menjadi kendala dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan wilayah.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh
melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis
data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat melalui
triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Camat memiliki peran strategis sebagai koordinator
pemerintahan wilayah, fasilitator pembangunan, mediator kepentingan masyarakat, sekaligus
penggerak pemberdayaan masyarakat. Optimalisasi peran tersebut mampu meningkatkan
efektivitas tata kelola pemerintahan melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah,
peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan kapasitas aparatur, pemanfaatan teknologi
informasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
Penelitian juga menemukan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat dipengaruhi oleh
kualitas kepemimpinan Camat, kapasitas kelembagaan, sinergi antarpemangku kepentingan, serta
tingkat literasi masyarakat terhadap program pembangunan. Sebaliknya, keterbatasan sumber daya
manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya integrasi sistem pelayanan
digital menjadi faktor penghambat utama.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran Camat tidak cukup dilakukan melalui
pendekatan administratif semata, tetapi harus dikembangkan melalui model kepemimpinan
kolaboratif berbasis good governance, transformasi digital, serta pemberdayaan masyarakat yang
berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan wilayah secara
adaptif, inklusif, dan responsif terhadap dinamika pembangunan perkotaan.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public
Administration
Research
and
Theory,
18(4),
543–571.
https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among
five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative
governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.
https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods
sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moore, M. H. (1995). Creating public value: Strategic management in government. Harvard
University Press.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
244.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2018
tentang Kecamatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 73.
Rondinelli, D. A. (1981). Government decentralization in comparative perspective: Theory and
practice in developing countries. International Review of Administrative Sciences,
47(2), 133–145.
United Nations Development Programme. (1997). Governance for sustainable human
development. UNDP.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage
Publications.
Published
2026-04-29
How to Cite
Arifin, Z., Subagyo, A., & Setiawan, A. (2026). OPTIMALISASI PERAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS TATA KELOLA PEMERINTAHAN WILAYAH MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SUMUR BANDUNG KOTA BANDUNG. Prinsip : Jurnal Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan, 2(2). https://doi.org/10.36859/prinsip.v2i2.6276

Most read articles by the same author(s)

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >>