TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI INOVASI E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR PEMERINTAH DESA BANJARAN KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG

  • Elis Santika Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Agus Subagyo Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Indra Kristian universitas jenderal achmad yani
Keywords: Transformasi Digital, E-Government, Pelayanan Publik, Pemerintahan Desa, Inovasi Digital.

Abstract


Transformasi digital telah menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan
kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan
akuntabel (Presiden Republik Indonesia, 2018). Implementasi transformasi digital melalui inovasi
E-Government pada tingkat pemerintahan desa memiliki peran penting karena desa merupakan
unit pemerintahan yang berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dalam penyelenggaraan
pelayanan publik (Rohaeti, 2024). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi
transformasi digital melalui inovasi E-Government di Kantor Pemerintah Desa Banjaran,
Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi
pelaksanaannya, serta merumuskan strategi untuk mengoptimalkan penerapan sistem pelayanan
berbasis digital (Creswell & Poth, 2018).
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta studi kepustakaan
terhadap berbagai dokumen kebijakan dan administrasi pemerintahan desa (Miles, Huberman, &
Saldaña, 2014). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode
untuk meningkatkan kredibilitas hasil penelitian (Moleong, 2021).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi transformasi digital melalui inovasi EGovernment

telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi pelayanan
administrasi, transparansi penyelenggaraan pemerintahan, percepatan proses pelayanan
masyarakat, serta peningkatan akuntabilitas aparatur desa (Rohaeti, 2024). Meskipun demikian,
implementasi tersebut masih menghadapi berbagai kendala berupa keterbatasan kompetensi
sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi yang belum optimal, rendahnya literasi
digital masyarakat, serta belum terintegrasinya beberapa sistem pelayanan secara menyeluruh
(Presiden Republik Indonesia, 2018). Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas aparatur
desa, peningkatan infrastruktur digital, integrasi sistem pelayanan, serta penguatan partisipasi
masyarakat agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu
meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa (Kristian et al., 2024).

References

Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020–2024.
Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among
Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Heeks, R. (2006). Implementing and Managing E-Government. Sage Publications.
Kristian, I., Nuradhawati, R., & Ristala, H. (2024). Peran E-Government dalam meningkatkan
transparansi publik di Indonesia.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods
Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
OECD. (2020). Digital Government Index 2019. Paris: OECD Publishing.
Presiden Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun
2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Jakarta.
Santika, E. (2026). Transformasi Digital Melalui Inovasi E-Government di Kantor Pemerintah
Desa Banjaran Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung (Tesis Magister).
Universitas Jenderal Achmad Yani.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
UNDP. (1997). Governance for Sustainable Human Development. New York: United Nations
Development Programme.
UNESCO. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills. Paris: UNESCO.
United Nations. (2022). United Nations E-Government Survey 2022. New York: United Nations.
Westerman, G., Bonnet, D., & McAfee, A. (2014). Leading Digital: Turning Technology into
Business Transformation. Harvard Business Review Press.
World Bank. (2021). GovTech Maturity Index 2020. Washington DC: World Bank.Bottom of
Form
Published
2026-04-29
How to Cite
Santika, E., Subagyo, A., & Kristian, I. (2026). TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI INOVASI E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR PEMERINTAH DESA BANJARAN KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG. Prinsip : Jurnal Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan, 2(2). https://doi.org/10.36859/prinsip.v2i2.6269

Most read articles by the same author(s)

<< < 5 6 7 8 9 10