PERAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KELURAHAN BABAKAN CIPARAY KECAMATAN BABAKAN CIPARAY KOTA BANDUNG
Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Kelurahan Babakan Ciparay mencatat prevalensi stunting cukup tinggi, yakni 31,1% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Kelurahan Babakan Ciparay dalam percepatan penurunan stunting berdasarkan teori Ryaas Rasyid yang menyoroti tiga dimensi peran pemerintah: sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah kelurahan telah berjalan tetapi belum optimal. Sebagai regulator, masih terdapat kendala pada aspek sosialisasi dan evaluasi berkelanjutan. Sebagai dinamisator, pemerintah telah menggerakkan masyarakat melalui penyuluhan dan kegiatan posyandu, namun partisipasi warga masih rendah karena kurangnya komunikasi dua arah. Sebagai fasilitator, kelurahan telah menyediakan layanan dasar seperti posyandu dan pemberian makanan tambahan, tetapi keterbatasan anggaran dan sumber daya menyebabkan layanan belum merata. Secara keseluruhan, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, serta penyediaan sarana dan fasilitas yang memadai agar upaya percepatan penurunan stunting dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
References
Dinas Kesehatan Bandung. (2022). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2022.
Jannah, Zahratul. (2023). Penanganan Stunting Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (Sdgs) Pada Dinas Kesehatan Aceh.
Kemenkes. (2018). STUNTING : KEMENKES.Https://Ayosehat.Kemkes.Go.Id/Topik-Penyakit/Defisiensi-Nutrisi/Stunting.
Kementerian Sekertariat Negara Republik Indonesia. (2025). Buka Rakornas Stunting, Wapres Ungkap Keberhasilan Pemerintah Turunkan Prevalensi Lima Tahun Terakhir.Https://Www.Setneg.Go.Id/Baca/Index/Buka_Rakornas_Stunting_Wapres_Ungkap_Keberhasilan_Pemerintah_Turunkan_Prevalensi_Lima_Tahun_Terakhir
Rokom. (2023). Prevalensi Stunting Di Indonesia Turun Ke 21,6% Dari 24,4%. Https://Sehatnegeriku.Kemkes.Go.Id/Baca/RilisMedia/20230125/3142280/Prevalensi-Stunting-Di-Indonesia-Turun-Ke-216-Dari-244/
Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan stunting
Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 050/Kep.607-Bappelitbang/2020 Tentang Penetapan Lokasi Kelurahan Untuk Program Penurunan Dan Pencegahan Stunting Di Kota Bandung.

.png)
.png)
