PENCEGAHAN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DIHUBUNGKAN DENGAN KASUS “BUGIL” DI BANDARA YOGYAKARTA DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM

  • Neneng Nurhasanah Universitas Islam Bandung
  • Fahry Zen Nurel Alam Universitas Islam Bandung
  • Adrian Mohammad Prayoga Universitas Islam Bandung

Abstract

Technological developments are a cause of a person experiencing changes from social interaction, social order habits in dealing with each other, pornography and pornography nowadays are widely circulated or there are many people with the intention of stimulating one's lust through social media, examples of cases that are currently hot are related to a viral video on Twitter of a naked woman in the Yogyakarta International Airport (YIA) area in Kulon Progo, Yogyakarta Special Region. In the video, the woman with sunglasses and face covered with a mask filmed herself taking off her gray suit and dark skirt until she was half naked, the video with a duration of 1 minute 23 seconds showed the woman then doing something indecent alone. The author uses a normative juridical method, namely reviewing secondary data used in this study is a literature study. The data analysis method of this research is qualitative. The results of research on cases of pornography and porno-action have not met a common ground for solving the problem as if it became a natural thing.

References

Arie Sulistyoko, Rusna Y, Bahran Bahran, “Pornografi dalam Prespektif Hukum dan Moral”, Jurnal Of Islamic and Law Studies, Volume 3 No 2 Tahun 2019.
Azimah Soebagio, Pornografi Dilarang Tapi Dicari, Jakarta : Gema Insani, 2008.
Dani Julius Zebua, Polisi Selidiki Video Porno yang Diduga Direkam di Bandara YIA, https://regional.kompas.com/read/2021/12/02/160720578/polisi-selidiki-video-porno-yang-diduga-direkam-di-bandara-yia?page=all yang diakses pada tanggal 16 Desember 2021, Pukul 13.30 WIB.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Madinah al-Munawwarah: Yayasan Penyelenggara Penterjemah al-Qur’an, Mujamma‘ Khadim al-Haramain al-Syarifain, al-Malik Fahd li Tiba‘ah al-Mushaf al-Syarif, 1418).
Departemen Pendidikan Nasional, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, Balai Pustaka: Edisi Ketiga, Jakarta, Tahun 2005.
Hannani, “Pornografi dan Pornoaksi dalam Prespektif Hukum Islam”, Jurnal Hukum Diktum, Volume 10, Nomor 1, Januari 2012.
Hayat, Aay Siti Raohatul. “Impelementasi Pemeliharaan Jiwa (Hifz Al-Nafs) Pada Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga.” FOKUS Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan 5, no. 2 (2020).
Hifdhotul Munawaroh, “SADD AL- DZARI’AT DAN APLIKASINYA PADA PERMASALAHAN FIQIH KONTEMPORER”, Jurnal Ijtihad Vol. 12 No. 1, Juni 2018.
Ismawati, Tinjauan Hukum Islam Dan Undang-Undang Pornografi Terhadap Pornografi di Media Sosial”, Mahasiswa Uin Alauddin Makassar, Fakultas Syari’ah Dan Hukum, Prodi Perbandingan Mahzab.2016.
Majelis Ulama Indonesia Pusat, Keputusan Fatwa Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 287 Tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi.
M. Sa'abah, “Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Umat Islam”, UI Press, Yogyakarta, Tahun 2001.
Muhamad Hisyam al Burhani, Sadd al-dzarai‟ fî Tasyri‟i al-Islamiy, Damaskus: Dar al-Fikr, 1985.
Nurdhin Baroroh, “Metamorfosis Illat Hukum dalam Sad Adz-Dzari‟ah dan Fath Adz-Dzariah (Sebuah Kajian Perbandingan),” Al-Mazahib (Jurnal Pemikiran dan Hukum) 5, no. 2 (Desember 2017).
Q.S Al-Ahzab, ayat 59.
Q.S An-Nur, ayat 2.
Q.S. Al-Isra, ayat 17.
Suyatno, Tri. 2017. “Pengaruh Pornografi Terhadap Perilaku Belajar Siswa (Studi Kasus : Sekolah Menengah X”, dalam Jurnal Pendidikan Dhuafa, Edisi II : 1 – 12
Teguh Prasetyo, Hukum Pidana, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016.
Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.
Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 ayat (1)
Published
2023-12-31