PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL

  • Indra Kristian Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Ahsani Takwim Universitas Teknologi Bandung
Keywords: Kecerdasan Buatan; Pelayanan Publik Digital; Efektivitas Pelayanan Publik; Tata Kelola Digital; Administrasi Publik

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam pelayanan publik digital berkembang pesat, namun bukti mengenai kontribusinya terhadap efektivitas pelayanan publik masih beragam dan bergantung pada konteks kelembagaan yang menyertainya. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pelayanan publik digital, menganalisis kontribusi serta keterbatasannya terhadap efektivitas pelayanan, dan mengidentifikasi tantangan tata kelola yang muncul dari perspektif administrasi publik dan ilmu politik. Kajian ini menggunakan tinjauan literatur terstruktur terhadap artikel jurnal, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam rentang tahun 2006 hingga 2024, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang eksplisit serta teknik analisis tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kecerdasan buatan paling banyak diterapkan dalam bentuk layanan percakapan otomatis, sistem pendukung keputusan, dan otomasi administratif, yang berpotensi meningkatkan kecepatan dan efisiensi transaksi layanan. Namun demikian, kontribusi tersebut bersyarat pada kesiapan infrastruktur digital, kapasitas kelembagaan, dan kualitas data, sementara risiko bias algoritmik dan celah akuntabilitas tetap muncul, terutama ketika pengembangan sistem dialihdayakan kepada pihak ketiga. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelayanan publik berbasis kecerdasan buatan bukan hasil otomatis dari adopsi teknologi, melainkan bergantung pada kualitas tata kelola digital yang menyertainya, sehingga penguatan regulasi, transparansi algoritmik, dan kapasitas aparatur menjadi prasyarat penting bagi pemanfaatan yang bertanggung jawab.

References

Alon-Barkat, S., & Busuioc, M. (2023). Human–AI interactions in public sector decision making: “Automation bias” and “selective adherence” to algorithmic advice. Journal of Public Administration Research and Theory, 33(1), 153–169.

Alon-Barkat, S., Busuioc, M., Schwoerer, K., & Weißmüller, K. S. (2024). Algorithmic discrimination in public service provision: Understanding citizens’ attribution of responsibility for human versus algorithmic discriminatory outcomes. Journal of Public Administration Research and Theory, 35(4), 469–488.

Cortés-Cediel, M. E., Segura-Tinoco, A., Cantador, I., & Rodríguez Bolívar, M. P. (2023). Trends and challenges of e-government chatbots: Advances in exploring open government data and citizen participation content. Government Information Quarterly, 40(4), 101877.

Criado, J. I., Sandoval-Almazán, R., & Gil-Garcia, J. R. (2024). Artificial intelligence and public administration: Understanding actors, governance, and policy from micro, meso, and macro perspectives. Public Policy and Administration, 40(2), 173–184.

Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—Long live digital-era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494.

Fan, Y. (2024). The role of artificial intelligence in the digital transformation of government: Opportunities and ethical challenges. Frontiers in Public Health, 13, 1694996.

Kulal, A., Rahiman, H. U., Suvarna, H., Abhishek, N., & Dinesh, S. (2024). Enhancing public service delivery efficiency: Exploring the impact of AI. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 10(3), 100329.

Kristian, I. (2023). The Role of Tourism Awareness Groups in Increasing Tourist Visits in West Bandung Regency (Case Study at Ciburuy Tourism Object). The International Journal of Education Management and Sociology, 2(2), 78-83.

Kristian, I. (2023). Kebijakan publik dan tantangan implementasi di Indonesia. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 21(2), 88-98.

Moore, M. H. (1995). Creating public value: Strategic management in government. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.

OECD. (2024). AI in public service design and delivery. Dalam: Governing with artificial intelligence. Paris: OECD Publishing.

Savveli, I., Rigou, M., & Balaskas, S. (2024). From e-government to AI e-government: A systematic review of citizen attitudes. Informatics, 12(3), 98.

Seulalae, A. H., Fitrisia, A., & Fatimah, S. (2024). Literature review: Peran artificial intelligence untuk mendukung pelayanan publik di sektor pemerintahan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 16047–16052.

UNESCO. (2021). Recommendation on the ethics of artificial intelligence. Paris: UNESCO.

Vatamanu, A. F., & Tofan, M. (2024). Integrating artificial intelligence into public administration: Challenges and vulnerabilities. Administrative Sciences, 15(4), 149.

World Bank. (2020). Artificial intelligence in the public sector: Maximizing opportunities, managing risks. Washington, DC: World Bank.

Zuiderwijk, A. M. G., Chen, Y.-C., & Salem, F. (2021). Implications of the use of artificial intelligence in public governance: A systematic literature review and a research agenda. Government Information Quarterly, 38(3), 101577.

Published
2024-04-30
How to Cite
Kristian, I., & Takwim, A. (2024). PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL. Jipolis : Jurnal Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial, 1(01). Retrieved from https://ejournal.fisip.unjani.ac.id/index.php/jipolis/article/view/6235