PENGARUH KOMUNIKASI BPBD TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI TSUNAMI DI PALABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI
Abstract
Wilayah pesisir Palabuhanratu, khususnya Desa Citepus dan Desa Jayanti, menghadapi ancaman tsunami yang tinggi akibat posisinya yang berhadapan langsung dengan zona megathrust Selat Sunda. Namun intensitas komunikasi kebencanaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat kedua desa tersebut masih tergolong rendah dalam sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh komunikasi pemerintah BPBD terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami di kedua desa tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana berbantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi pemerintah BPBD berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,48, sedangkan kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 4,12. Komunikasi pemerintah terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat, dengan nilai t hitung 6,016 lebih besar dari t tabel 1,984 pada taraf signifikansi 0,000. Kontribusi pengaruhnya sebesar 27,0 persen, sedangkan 73,0 persen sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan konsistensi komunikasi BPBD serta penguatan kesiapan fisik individu masyarakat pesisir Palabuhanratu.

.png)
.png)
