KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT MELALUI APLIKASI E-PENTING DALAM MENEKAN ANGKA STUNTING DI KELURAHAN CIGENDING KECAMATAN UJUNG BERUNG KOTA BANDUNG
Abstract
Penelitian ini berjudul “Kualitas Pelayanan Publik Berbasis E-Government Melalui Aplikasi E-Penting dalam Menekan Angka Stunting di Kelurahan Cigending Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung”. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kualitas layanan aplikasi E-Penting yang diluncurkan sebagai inovasi e-government dalam penanganan stunting di Kelurahan Kopo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas aplikasi E-Penting. Peneliti menggunakan teori kualitas pelayanan digital dari Ari et al ( dalam Lestari 2021) yang mencakup efisiensi, reliabilitas, kepercayaan, dan dukungan masyarakat. Metode penelitiannya yaitu kualitatif deskripstif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan informannya yaitu pihak Diskominfo Kota Bandung, pihak Dinkes Kota Bandung, UPTD Puskesmas Ujung Berung Indah, dan kader Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi efisiensi, aplikasi ini mudah di gunakan, sistem pengisisan data yang terstruktur membantu kader menginput data dengan cepat dan tepat namun masih sering mengalami kendala terkait sistem eror.Segi reliabilitas aplikasi belum sepenuhnya optimal akibat di temukannya kendala terkait keterlambatan akses dan kesulitan dalam memperbarui data. Dari segi kepercayaan masyarakat cukup baik, namun keterbatasan penanganan menjadi kendala. Dukungan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi tergolong tinggi karena aplikasinya yang mudah dan praktis namun perlu adanya penanganan terkait kendala dari aplikasi E-Penting agar bisa berjalan optimal. Secara keseluruhan, aplikasi E-Penting memiliki potensi besar dalam mendukung penurunan stunting apabila sistem diperbaiki dan kapasitas pengguna ditingkatkan melalui pelatihan teknis yang memadai.
References
Boediono, B. (2003). Pelayanan prima. Rineka Cipta.
Dr. Titin Rohayatin, S. M. (2022). Desain dan inovasi peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis pelangganan. DEEPUBLISH.
Moleong, L. (2013). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Alfabeta.
Suryani, T. (2008). Perilaku konsumen: Implikasi pada strategi pemasaran. Graha Ilmu.
Holidin, D., Hariyati, D., & Sunarti, E. S. (2019). Reformasi birokrasi dalam transisi. Kencana.
Indrajit, R. E. (2016). Konsep dan strategi electronic. Academia Education.
Lovelock, C., & Wirtz, J. (2011). Services marketing: People, technology, strategy (7th ed.). Pearson.
Moleong, L. (2013). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Osborne, D., & Gaebler, T. (1992). Reinventing government: How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector. Addison-Wesley.
Pasolong, H. (2019). Teori administrasi publik (Cet. 9). Alfabeta.
Rahayu, A. Y., Juwono, V., & Rahmayanti, K. P. (2020). Pelayanan publik dan e-government: Sebuah teori dan konsep. Rajawali Pers.
Rahayu. (2020). Pelayanan publik dan e-government. Kharisma Putra Utama.
Rohayatin, T. (2022). Desain inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis pelanggan. DEEPUBLISH.
Sherwood, D. (2012). Psikologi kepemimpinan dan inovasi. Erlangga.
Akbar, D. N., Arfananda, M. G., Saladin, S., & Rudiana. (2025). Studi implementasi otonomi dan desentralisasi pemerintah kota. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1).
Erlianti, D. (2019). Persepsi masyarakat terhadap kinerja Satlantas Unitturjawali Polres Dumai dalam pelaksanaan pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik & Bisnis, 1(2), 9. http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/japabis
Lestari, P. A. (2021). Inovasi pelayanan publik berbasis digital (e-government) di era pandemi COVID-19. Ilmu Administrasi, 18(2), 214.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Sabanar, G. O., & Rares, J. (2024). Kualitas pelayanan digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Sangihe. Administrasi Publik, 10(2), 72. https://doi.org/10.35797/jap.v10i2.54937
Anwar, K. M. (2004). Aplikasi sistem informasi manajemen bagi pemerintahan di era otonomi daerah (SIMDA). Pustaka Pelajar.
Boediono, B. (2003). Pelayanan prima. Rineka Cipta.
Dr. Titin Rohayatin, S. M. (2022). Desain dan inovasi peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis pelangganan. DEEPUBLISH.
Grönroos, C. (2001). Service management and marketing: A customer relationship management approach (2nd ed.). Wiley.
Hardiansyah. (2018). Kualitas pelayanan publik. Gava Media.
Holidin, D., Hariyati, D., & Sunarti, E. S. (2019). Reformasi birokrasi dalam transisi. Kencana.
Indrajit, R. E. (2016). Konsep dan strategi electronic. Academia Education.
Lovelock, C., & Wirtz, J. (2011). Services marketing: People, technology, strategy (7th ed.). Pearson.
Moleong, L. (2013). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Osborne, D., & Gaebler, T. (1992). Reinventing government: How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector. Addison-Wesley.
Pasolong, H. (2019). Teori administrasi publik (Cet. 9). Alfabeta.
Rahayu, A. Y., Juwono, V., & Rahmayanti, K. P. (2020). Pelayanan publik dan e-government: Sebuah teori dan konsep. Rajawali Pers.
Rahayu. (2020). Pelayanan publik dan e-government. Kharisma Putra Utama.
Rohayatin, T. (2022). Desain inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis pelanggan. DEEPUBLISH.
Sherwood, D. (2012). Psikologi kepemimpinan dan inovasi. Erlangga.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Alfabeta.
Suryani, T. (2008). Perilaku konsumen: Implikasi pada strategi pemasaran. Graha Ilmu.
Sutarno. (2012). Serba-serbi manajemen bisnis. Graha Ilmu.
Suwarno, Y. (2008). Inovasi di sektor publik (e-book). STIA-LAN Press.
Trihono, D., dkk. (2005). Pendek (stunting) di Indonesia, masalah dan solusi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Akbar, D. N., Arfananda, M. G., Saladin, S., & Rudiana. (2025). Studi implementasi otonomi dan desentralisasi pemerintah kota. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1).
Erlianti, D. (2019). Persepsi masyarakat terhadap kinerja Satlantas Unitturjawali Polres Dumai dalam pelaksanaan pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik & Bisnis, 1(2), 9. http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/japabis
Lestari, P. A. (2021). Inovasi pelayanan publik berbasis digital (e-government) di era pandemi COVID-19. Ilmu Administrasi, 18(2), 214.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Sabanar, G. O., & Rares, J. (2024). Kualitas pelayanan digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Sangihe. Administrasi Publik, 10(2), 72. https://doi.org/10.35797/jap.v10i2.54937
Agustin, A. (2024, Mei 30). Pemprov Jabar apresiasi Kota Bandung yang berhasil kurangi stunting dengan signifikan. https://www.infobdg.com/v2/pemprov-jabar-apresiasi-kota-bandung-yang-berhasil-kurangi-stunting-dengan-signifikan/
Anugrehi, & Karyasurya. (2012). Faktor resiko kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/725
Bandung, H. K. (2022, Juli 22). Aksi Pemkot Bandung turunkan angka stunting. https://www.bandung.go.id/news/read/6649/aksi-pemkot-bandung-turunkan-angka-stunting
Bangda, K. (2024). Monitoring pelaksanaan 8 aksi konvergensi intervensi penurunan stunting terintegritas. https://aksi.bangda.kemedagri.go.id/emonev/DashPrev
Kemenkes. (2020, November 3). Studi status gizi balita terintegrasi. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20181102/0328464/potret-sehat-indonesia-riskesdas-2018/
Rokom. (2023, Januari 25). Prevalensi stunting di Indonesia turun ke 21,6% dari 24,4%. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/
Taolin, A. U. (2021, Agustus 22). Prevalensi balita stunting di NTT capai 27,5 persen. https://www.gatra.com/news-488170-kesehatan-prevalensi-balita-stunting-di-ntt-capai-275-persen.html
Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Sekretariat Negara Jakarta.
Republik Indonesia. 2003. Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan Serta Strategi Nasional Pengembangan E-governement
Republik Indonesia. 2021. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Sekretariat Negara.Jakarta
Republik Indonesia. 2020. Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 050/Kep.925-BAPPELITBANG/2020.

.png)
.png)
