PERANAN DINAS SOSIAL DALAM PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KOTA CIMAHI
Abstract
Penelitian ini membahas peranan Dinas Sosial Kota Cimahi dalam pembinaan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang masih menjadi persoalan sosial meskipun berbagai upaya penertiban telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peranan Dinas Sosial melalui dimensi normatif, ideal, dan faktual menurut Soraya (2017). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Dinas Sosial telah menjalankan tugas sesuai peraturan daerah. Namun secara ideal, pembinaan belum optimal, khususnya dalam keberlanjutan, pemberdayaan ekonomi, dan integrasi sosial. Secara faktual, hambatan utama meliputi minimnya anggaran, ketiadaan panti sosial permanen, lemahnya monitoring pasca pembinaan, dan kurangnya kolaborasi lintas sektor. Penelitian merekomendasikan strategi pembinaan terintegrasi berbasis pemberdayaan, dengan penguatan sistem monitoring, pelatihan keterampilan, serta kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan strategi pembinaan yang lebih terintegrasi dan berbasis pemberdayaan, dengan fokus pada pembentukan sistem monitoring, pelatihan keterampilan, serta sinergi antara Dinas Sosial, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam menangani gepeng.
References
Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Asmaya, Enung (2003). Wajah Baru Dalam Pembinaan Karakter, Etika dan Agama. Yogyakarta: Kanisus.
Huda, Miftachul (2009). Pekerjaan Sosial dan Kesejahteraan Sosial: Sebuah Pengantar. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Miftachul Huda. (2009) Pekerjaan Sosial dan Kesejahteraan Sosial, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar)
Soekanto. (2012). Teori Peranan. Jakarta. Bumi Aksara
Soetjipto Wirosardjono (1998). Gelandangan dan Pilihan Kebijaksanaan Penanggulangan, (Jakarta: LP3E).
Soraya, Ira. (2017). Peran Dinas Sosial Kota Makassar Dalam Penanganan Pengemis, (Alauudin.Makasar)
Simanjuntak, Pasaribu (1990), Membina dan Mengembangkan Generasi Muda, (Bandung: Tarsito).
Race, J. R. (2010). Metode Kualitatif (Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya). Grasindo.
Thoha, Miftah (2005). Pembinaan Organisasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Jurnal/Skripsi
Fadri, Zainal. (2019). Upaya Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) Sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Yogyakarta. Komunitas : Jurnal Pengembangan Masyarakat islam, Volume10, Nomor1.
Qorina Salsabila, G. S. (2022). Peran Dinas Sosial dalam Menanggulangi Gelandangan Dan Pengemis Di Kota Tanjung Pinang. JAPS, Volume 3, Nomor 3
Yusrizal & Romi Asmara. (2020). Kebijakan Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis (Studi Penelitian Di Kabupaten Aceh Utara).
Dokumen
1945, U. (1945). Pembukaan UUD 1945 Alinea Keempat.
Peraturan Daerah Kota Cimahi nomor 8 tahun 2009 tentang ketertiban umum
Internet
Retno, H. (2023, april). Tim Portal Bandung Timur. Retrieved from https://portalbandungtimur.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-946579320/puluhan-pengemis-dan-gelandangan-di-kota-cimahi-diamankan

.png)
.png)
