MEMAKNAI POSISI PEMERINTAH DAERAH DALAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL:
PARADIPLOMASI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DALAM PENYELENGGARAAN ERAU INTERNATIONAL FOLK ART FESTIVAL (EIFAF)
Abstract
Paradiplomasi merupakan konsep yang relatif baru dalam studi Hubungan Internasional. konsep itu merujuk pada praktek diplomasi yang dilakukan oleh aktor-aktor non-negara (Pemerintah Pusat). Jika sebelumnya diplomasi hanya bisa dilakukan oleh negara saja, dengan struktur dunia yang mengalami transformasi maka hal tersebut tidak lagi berlaku. Selayaknya diplomasi, maka paradiplomasi yang dilakukan oleh aktor non-negara tersebut bertujuan untuk memenuhi kepentingan mereka. Hal ini memungkinkan terjadinya kondisi dimana kepentingan aktor-aktor baru tersebut bertentangan dengan kepentingan negara.
Penelitian ini mengambil studi kasus penyelenggaraan Erau International Folk Art Festival (EIFAF) oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Yang ingin dilihat adalah, apa kepentingan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyelenggaraan EIFAF? Apakah ada pertentangan kepentingan antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Pemerintah Pusat? Serta bagaimana implementasi paradiplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara? Untuk memahami permasalahan tersebut maka penelitian ini menggunakan beberapa konsep yang terkait seperti konsep globalisasi, desentralisasi, nation branding dan tentunya konsep paradiplomasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyelenggaraan EIFAF terbagi menjadi dua yakni kepentingan ekonomi dan kepentingan kultural. Dan Implementasi dari paradiplomasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dijalankan dalam tiga bentuk yakni sebagai sponsor, koordinator dan komunikator.
References
Aldecoa, Francisco dan Michael Keating. 2013. Paradiplomacy in Action The Foreign Relations of Subnational Governments, New York : Routledge
Bornman, Elinrea. Struggle of Identity in The Age of Globalization Searching for Anchors That Hold, Department of Communication Science, University of South Africa
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, 2012. The Magic of Erau, Pemda Kutai Kartanegara & Lionmag, Jakarta.
Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. 2017. Bahan
Rapat Persiapan EIFAF 2017, tidak dipublikasikan
Dinnie, Keith. 2008. Nation Branding Concepts, Issues, Practice, Burlington : Elsevier
Griffiths, Martin, Terry O’Callaghan dan Steven C. Roach. 2002.
International Relations: The Key Concepts Second Edition, New York : Routledge
Hoessein, Benyamin. 2001. Berbagai Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Otonomi Daerah: Suatu Kajian Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Dari Segi Ilmu Administrasi Negara, Fisip UI, Jakarta
Kaneva, Nadia. 2011. “Nation Branding: Toward an Agenda for Critical Research”, International Journal of Communication, Vol. 5, hal. 117-141
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 2016. Kalender
Event Pariwisata Nasional 2017
Kesultanan Kutai Kartanegara: Acara dan Upacara, http://www.kerajaannusantara.com/id/kutai- kartanegara/upacara diakses pada 24 Agustus 2017
Kurniadi, Bayu Dardias. 2012. Desentralisasi Asimetris Di Indonesia, materi pada seminar di LAN Jatinangor, September,
Kuznetsov, Alexander S. 2015. Theory and Practice of Paradiplomacy Subnational Goverments in International Affairs, New York : Routledge
Maksum, Irfan Ridwan. 2007. Desentralisasi Dalam Pengelolaan Air Irigasi Tersier: Suatu Studi Dengan Kerangka Konsep Desentralisasi Teritorial dan Desentralisasi Fungsional di Kabupaten dan Kota Tegal-Jawa Tengah, di Kabupaten Jembrana-Bali, serta di Hulu Langkat Selangor-Malaysia, Disertasi Fisip UI
Mawardi, Oentarto Sindung. 2004. Mengagas Format Otonomi
Daerah Masa Depan, Samitra Media Utama, Jakarta
Mukti, Takdir Ali. 2015, “Paradiplomasi: Bangkitnya Aktor Lokal di For a Internasional”, The POLITICS: Jurrnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, Vol. 1, No.
1 Januari, hal.85-94
Mukti, Takdir Ali. 2015. “Paradiplomasi: Bangkitnya Aktor Lokal di For a Internasional”, The POLITICS: Jurrnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, Vol. 1, No.
1 Januari, hal.85-9
Robertson, Roland. 1992. Globalization: Social Theory and
Global Culture, London : Sage
Rondinelli, Dennis A. 1980. “Government Decentralization in Comparative Perspective: Theory and Practice in Developing Countries”, International Review of Administrative Sciences, Vol. 47
Sasaki, Masamichi. 2004. “Globalization and National Identity in Japan”, International Journal of Japanese Sociology, No.13
Suwandi, I Made. 2003. Format Otonomi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999
Tavares, Rodrigo. 2016. Paradiplomacy Cities and States as
Global Players, New York : Oxford University Press
Turner, Mark, dan David Hulme. 1997. Governance, Administration and Development: Making the State Work, London: Macmillan Press
UNESCO. 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible
Cultural Heritage
Wang, Jian. 2005. “Localising Public Diplomacy: The Role of Sub-National Actors in Nation Branding”, Place Branding, Vol. 2, No. 1, hal. 32-42
White, Brian, Richard Little dan Michael Smith (eds). 1997.
Issues in World Politics, London : Macmillan Press
Winarno, Budi. 2011. Isu-Isu Global Kontemporer, Yogyakarta : CAPS
Wolfer, Loreen. 2007. Real Research: Conducting and Evaluating Research in the Social Sciences, Boston : Pearson Education Inc.
Zamawi Ibrahim. 2004. “Globalization and Global IdentityManaging Ethnicity and Cultural Pluralism in Malaysia”, dalam Yoichiro Sato (ed), Growth and Governance in Asia, Honolulu: Asia-Pacific Center for Security Studies, 2004
Wawancara
Wawancara dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai
Kartanegara Dra. Sri Wahyuni, MPP pada tanggal 19 Oktober
2017 bertempat di Kantor Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten
Kutai Kartanegara.















