World Cup's Socio-Economy Effects on Brazil domestic environment

  • Wahid Noor Jayn

Abstract

Sepakbola dan politik memang tidak berkaitan langsung. Namun, sepakbola bisa  memberikan dampak politik berskala nasional bahkan  internasional. Politisasi  olahraga   adalah   upaya   yang   ‘lazim’   digunakan   oleh   para pemangku kepentingan. Dalam kasus tertentu, upaya politisasi olahraga khususnya sepakbola bisa dilakukan secara sistemik.

Fenomena Dilma Rousseff di Brazil yang, selama tidak kurang dari 3 tahun terakhir   sejak   2013,   didesak   mundur   karena  ‘kecerobohan’   dalam perumusan arah kebijakan nasional terakumulasi pada periode April – Mei yang lalu. Kekecewaan masyarakat terhadap Dilma disebabkan oleh lambannya perekonomian dalam negeri. Disamping itu, masalah sosial dan kesehatan seperti pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, dan munculnya wabah penyakit serta kasus korupsi masif yang melibatkan para pejabat bahkan mantan Presiden Lula da Silva turut memperparah kondisi domestik. Ironisnya, janji-janji pembukaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat yang akan meningkat seiring dengan akan digelarnya Piala Dunia 2014 tidak lebih dari sekedar harapan palsu. Penulis berpendapat bahwa demonstrasi dan tuntutan terhadap pemerintah memiliki kaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan Piala Dunia.

Analisa pada tulisan ini didasarkan pada fenomena yang sedang terjadi untuk kemudian diperbandingkan dengan apa yang seharusnya dilakukan.

References

BUKU:
Agus Salim,2007, Buku Pintar Sepakbola, Penerbit Jembar, Bandung.
Davidoff, Linda L.,1981, Introduction to Psychology, McGraw Hill International, Auckland.
Dede Isharuddin, 2008,Drama Itu Bernama Sepakbola: Gambaran Silang Olahraga, Politik, dan Budaya, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Foer, Franklin., 2004,How Soccer Explains the World: The Unlikely Theory of Globalization, HarperCollins Publisher, New York.
Steans, Jill dan Lloyd Pettiford, 2009,Hubungan Internasional: Persprektif dan Tema, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
The New Encyclopaedia Britannica 15th edition, 2005, Macropaedia, Knowledge in Depth. V 26, USA.

KARYA ILMIAH/JURNAL/LAPORAN:
Arafat, 2011, “Peran Diplomasi Sepakbola dalam Peningkatan Hubungan Bilateral Spanyol–Portugal”, skripsi, Universitas Hasanudin Makassar
City of Johannesburg Central Startegy Unit. Chapter 10 FIFA World Cup 2010
Doyle, Michael, 1983, “Kant, Liberal Legacies and Foreign Affair” Philosophy and Public Affairs. Vol 12. No 3
Ernst & Young Terco, 2011, “Sustainable Brazil : Social and Economic Impacts of the 2014 World Cup”, Rio de Jeneiro - Ernst & Young Brazil
FIFA, 2012, ‘2014 FIFA World CupTM Sustainability Strategy – Concept’, Version 2- May
FIFA Financial Report 2010
Joshi, Shashank, 2008,“Honor in International Relations”. Working Paper Series No 08-0146. Weatherhead Center for International Affairs, Harvard University.
Merkey, Daniel. “The Prestige Motive in International Relations”, Princeton University. 2000

MEDIA MASSA / INTERNET:
____, 2012, “Afsel Setelah Piala Dunia”, (9 April 2012), bola.kompas.com/read/2010/07/22/1336314/Afsel.Setelah.Piala.Dunia
____, 2016, 1, (6 Juni 2016) http://online.wsj.com/article/BT-CO-20090723-708893.html
____, 2011, Why Did England Fail With World Cup Bid?, (2 November 2011) http://news.sky.com/home/uk-news/article/15845171
____, 2012, World Cup Set Most Lucrative Ever, (12 April 2012), http://www.espnfc.com/news/story/_/id/1830732/2014-world-cup-set- most-lucrative-ever?cc=5739
Rustam Agus, 2014, “Piala Dunia 2022: Giliran Visa tuntut FIFA tuntaskan isu suap Qatar, (09 Juni 2014) http://sport.bisnis.com/read/20140609/58/234266/piala-dunia-2022-giliran-visa-tuntut-fifa-tuntaskan-isu-suap-qatar
Published
2016-06-01
How to Cite
Jayn, W. (2016). World Cup’s Socio-Economy Effects on Brazil domestic environment. Jurnal Dinamika Global, 1(01), 32 - 42. https://doi.org/10.36859/jdg.v1i01.13