STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF BANDUNG OLEH PEMERINTAH KOTA BANDUNG DALAM MENGANTISIPASI IMPLEMENTASI ASEAN FREE TRADE AREA DAN ASEAN ECONOMIC COMMUNITY
Abstract
ASEAN Free Trade Area (AFTA) and ASEAN Economic Community (AEC) has been implemented since 2015. It means ASEAN make a step into a new era, called free trade era, which is reducing all trade barriers, include tariff and non tarrif barriers. ASEAN has a vision, by implementing AFTA and EAC, to make Southeast Asia region can improve its economic sector, also improving economic sector of its member states, and so Indonesia.
This research focuses on the strategic of Pemerintah Kota Bandung (The Local Government of Bandung City) to develop and improve the creative industres of Bandung City, especially in the era of AFTA and AEC. Also this research will explore the obstacles of creative industries of Bandung City in the era of AFTA and AEC. Creative industres of Bandung City have to reach the benefit from the implementing of AFTA and AEC, so creative industries of Bandung City will contribute to Indonesia’s national income, especially increasing Bandung City’s income.
References
Anak Agung, Banyu Perwita dan Yanyan Mochamad Yani.2006. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Bambang Cipto. Hubungan Internasional Di Asia Tenggara. 2010. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Basuki Antariksa. 2016. Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan. Malang: Intrans Publishing.
BEKRAF. Sistem Ekonomi Kreatif Nasional. Deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif. 2016
Creswell, John W. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Departemen Perdagangan Republik Indonesia. 2018.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka)
Hocking, Brian dan Michael Smith. 1990. World Politics: An Introduction To International Relations. Hemel Hempsteads: Harvester Wheatsheaf.
I Gusti, Bagus Arjana. 2015. Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif . Jakarta: Rajawali Pers.
Jackson, Robert dan Georg Sorensen. 2013. Pengantar Studi Hubungan Internasional: Teori dan Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Leo Agustino. 2008. Politik dan Kebijakan Publik. Bandung: AIPI.
Mohtar Mas’oed, 1990. Ilmu Hubungan Internasional: Displin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES.
Moleong, Lexy J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Papp, S Daniel. 1997. Contemporary International Relations, Frameworks for Understanding United States of America: Allyn and Bacon.
Ratna Shofi Inayati. Impelemtasi AFTA: Tantangan Dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia, Jurnal Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) P-ISSN 1829-8001 e-ISSN 2502-7476 No.726/akred/P2MI- LIPI?04/2016
Sarah Anabarja. Kendala dan Tantangan Indonesia Dalam mengimplementasikan ASEAN Free Trade Area Menuju Terbentuknya ASEAN Economic Community
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
T May Rudi, Teori, Etika dan Kebijakan Internasional. 1995. Bandung: Angkasa.
Togar M. Simatupang, Gatot Yudoko, Yuanita Handayati, dkk. Analisis Kebijkan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Bandung. Jurnal Manajemen Teknologi Volume
8 Number 1 2018.
Tonny Dian Effendi. 2011. Diplomasi Publik Jepang, Perkembangan dan Tantangan. Bogor: Ghalia Indonesia.
Tim Indonesia Design Power Departemen Perdagangan RI, Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 “Cendikiawan, Pengusaha, Pemerintah. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika Badan Informasi Publik Pusat Informasi Perekonomian.
Umar Suryadi Bakry. Ekonomi Politik Internasional Suatu Pengantar. 2015. Yogyakarta: Pustaka Penerbit
Viotti, Mark dan Paul Kauppi. 1993. International Relations Theory. Allyn & Bacon:Massachusetts.
SUMBER INTERNET
ASEAN Economic Community Blueprint, http:www.//asean.org,diunduh dari www.asean.org diakses pada 5 Februari 2018, Pkl. 15.00 WIB.
www.asean.org, ASEAN Economic Community (AEC), diunduh dari http://www.asean.org/storage
/2012/05/56.-December-2015-Fact-Sheet-on-ASEAN- Economic-Community-AEC-1.pdf, internet, 5 Februari 2018, Pkl. 15.10 WIB.
www.bppk.kemekeu.go.id, G.T Suroso dan Widyaiswara, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Perekonomian Indonesia, diunduh dari http://www.bppk.kemenkeu.g o.id/publikasi/artikel/150- artikel-keuangan- umum/20545-masyarakat- ekonomi-asean-mea-dan- perekonomian-indonesia, internet, 7 Februari 2018, Pkl.13.07 WIB.
www.antaranews, UNESCO umumkan Bandung masuk dalam jaringan kota kreatif, diunduh dari https://www.antaranews.com/berita/534718/unesco-umumkan-bandung-masuk- dalam-jaringan-kota-kreatif
Basuki Antariksa, “Konsep Ekonomi Kreatif: Peluang dan Tantangan dalam Pembangunan di Indonesia”, Hasil Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, (2012) internet, 27 Januari 2018, www.kemenpar.go.id/zona/kreatif.
Piet Thabo Tshetlo, “An Analysis of The Implementation of The South Africa–China Bilateral Agreement: A Case Study of The South African Agricultural Technology Demonstration Centre”, submitted in accordance with the requirement for the degree of Master of Administration, University of South Africa, internet, 3 Februari 2018.
Dhorifi Zumar. Pentingnya Ekonomi Kreatif Bagi Indonesia. Lokomotif Ekonomi Kreatif 2008 diakses http://ekonomi- kreatif.blogspot.com/2008/11/pentingnya-ekonomi-kreatif- bagi.html pada 18 Oktober
2018, Pkl. 15.00 WIB.
Luh Made Suryagita Widianggastra, Masyarakat Ekonomi ASEAN Solusi Atau Bencana?, 2018 diakses https://kumparan.com/gita- anggastra/masyarakat- ekonomi-asean-solusi-atau- bencana pada 6 November 2018, Pkl. 15.10 WIB.
Kementerian Luar Negeri, Selayang Pandang ASEAN, diunduh dari www.kemlu.org.id, diakses pada 17 Oktober 2018, Pkl.15.00 WIB.
Pemerintah Kota Bandung. Diakses dari https://portal.bandung.go.id/ pemerintahan/struktur- organisasi-pemerintah-kota- bandung, 19 Oktober, Pkl.15.00 WIB.
Togar M. Simatupang, Perkembangan Industri Kreatif, Institut Teknologi Bandung diakses di http://www.academia.edu/2876337/Industri_Kreatif_Jawa_Barat pada 18 Oktober 2018, Pkl. 16.00 WIB.
Valentina Montalto, “Why The EU and China Should Further Engage in Business Cooperation and Trade in The Field of Cultural and Creative Industries” Tafter Journal No.34 (April 2011) internet, 18 Januari 2018, Pkl. 16.00 WIB. www.tafterjournal.it















