Intervensi Multi-Sektor dalam Penanggulangan Stunting: Studi Kasus Pendekatan Terpadu di Daerah Tertinggal
Abstract
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama di daerah tertinggal yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi multi-sektor dalam penanggulangan stunting melalui studi kasus di Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat) dan Provinsi Gorontalo. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen. Analisis dilakukan menggunakan metode tematik dan kerangka kebijakan Policy Triangle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas intervensi sangat bergantung pada kapasitas tata kelola lokal, model kolaborasi antar sektor, serta keterlibatan masyarakat. Di Kabupaten Sintang, intervensi spesifik berjalan namun masih terkendala infrastruktur dan koordinasi. Sebaliknya, di Gorontalo, pendekatan berbasis komunitas melalui program “Bele Mo’o Sehati” berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 6,3% dalam dua tahun. Pendekatan pentahelix yang melibatkan tokoh adat, agama, dan media terbukti memperkuat perubahan perilaku masyarakat. Dari hasil analisis menegaskan bahwa pendekatan multi-sektor yang terintegrasi dan kontekstual lebih efektif dibandingkan pendekatan sektoral yang terfragmentasi. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan kapasitas kelembagaan desa, fleksibilitas desain program nasional, dan pelibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan intervensi.
References
Hapsari, D. I., et al. (2019). Determinan Kejadian Stunting di Wilayah 3T: Studi Kasus Puskesmas Darajuanti. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6(2). https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JPKMI/article/view/7456
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan Hasil SSGI 2024. https://stunting.go.id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-jadi-198-capai-angka-di-bawah-proyeksi-bappenas
Maulana, F., Silitonga, M. S., & Asropi. (2023). Intervensi Kemendesa dalam Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting. Journal Publicuho. https://journalpublicuho.uho.ac.id/index.php/journal/article/download/281/177/2081
Partadisastra, A. M., & Octaria, Y. C. (2023). Analisis Keselarasan Kebijakan Nasional dan Daerah dalam Penurunan Stunting. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(4). https://jurnal.ugm.ac.id/jkki/article/download/90281/38122
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/174964/perpres-no-72-tahun-2021
UNICEF Indonesia. (2022). Delivering Essential Nutrition Services Through Community Action in Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/media/21091/file
WHO. (2008). Closing the Gap in a Generation: Health Equity through Action on the Social Determinants of Health. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-IER-CSDH-08.1
Walt, G., & Gilson, L. (1994). Reforming the health sector in developing countries: the central role of policy analysis. Health Policy and Planning, 9(4), 353–370. https://doi.org/10.1093/heapol/9.4.353
Grindle, M. S. (2007). Good Enough Governance Revisited. Development Policy Review, 25(5), 533–574. https://doi.org/10.1111/j.1467-7679.2007.00385.x

