Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Sistem Penanggulangan Bencana di Indonesia Studi Kasus: Analisis Implementasi Renstra BPBD Kabupaten Sleman di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan

  • Nala Nourma Nastiti
  • Titik Firawati
  • Eric Hieriej
  • Atin Prabandari

Abstract

Bencana dapat memberikan pengaruh dan dampak gender yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki. Selain dampak korban jiwa dan kerusakan, bencana dapat menjadi kesempatan memperbaiki struktur relasi sosial masyarakat.  Peristiwa  erupsi  Merapi  tahun  2010  menjadi  salah  satu peristiwa bencana yang menjadi pelajaran bagi pemerintah, untuk memperhatikan  integrasi  gender  dalam  sistem  dan  kebijakan penanggulangan bencana (PB) di Indonesia. Desa Kepuharjo di Kecamatan Cangkringan Sleman merupakan salah satu daerah rawan bencana yang terkena dampak erupsi Merapi 2010 terparah.

Pemerintah Daerah (Pemda) Istimewa Yogyakarta melalui lembaga PB BPBD Kabupaten Sleman, menginterasikan perspektif gender sebagai perwujudan pengarusutamaan gender dalam sistem PB melalui rencana strategis 2011-2015.  Penelitian  ini  akan  menganalisis  implementasi  pengarusutamaan gender yang dilakukan BPBD Kabupaten Sleman dalam upaya pengurangan risiko bencana pada masyarakat Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Yogyakarta.

References

Aboobacker, N.P., 2011, 'Gender Mainstreaming in Disaster Management Policies: Indicators to Mitigate Vulnerability of Women', dilihat pada Januari 19, 2014, dari http://eadi.org/gc2011/aboobacker-323.pdf.
Bank, T. W., 'Measuring Merapi’s Losses', dilihat pada 29 Oktober 2015, http://www.worldbank.org/en/news/feature/2010/11/24/mea suring-merapis-losses.
BNPB, 2008, 'Badan Nasional Penanggulangan Bencana', dilihat pada 4 Desember 2014, dari Perka BNPB 4-2008_Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana.pdf: http://gitews.org.
BPBD Kabupaten Sleman, 2011, 'Tugas Pokok dan Fungsi BPBD Kabupaten Sleman', dipetik 8 Oktober 2014, darihttp://www.bpbd.slemankab.go.id/.
BPBD Kabupaten Sleman, 2013, Profil dan Data Base Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2013, Yogyakarta, Perpustakaan BPBD Kabupaten Sleman.
BPBD Kabupaten Sleman, 2014, Profil dan Data Base. Yogyakarta: Perpustakaan BPBD Kabupaten Sleman.
BPBD Pemerintah Kabupaten Sleman, 2008, Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Perpustakaan BPBD Kabupaten Sleman.
Centre, W. C., 2013,'Gender and Our Disaster Management', diipetik 1 September 2014, dari kalyanamitra: http://www.kalyanamitra.or.id/en.tag/disaster/.
Depari, C. D., 2015,Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kawasan Bencana Vulkanik, Studi Kasus: Desa Kepuharjo Cangkringan, Tataloka Journals, 7.
Detiknews, 2010, 'Mobile Detiknew',dilihat 19 Desember 2014, dari Amuk Merapi Kapan Berhenti?: Merapi, Letusan Terbesar dalam Sejarah Republik: http://m.detik.com/news/read/2010/11/08/13518/1489336/159/merapi-letusan-terbesar-dalam-sejarah-republik.
Fatimah, D., 2013,‘Gender Mainstreaming dalam Pengurangan Resiko Bencana’, dilihat pada 7 Oktober 2014, dari HYPERLINK "http://www.academia.edu/2382099/Gender_dalam_Pengurangan_Resiko_Bencan a" http://www.academia.edu/2382099/Gender_dalam_Pengurangan_Resiko_Bencana.
Gafur, Abdul.W., Noorkamilah., Gazali., Hatim, 2012, 'Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol.1 No 1, dilihat 19 November 2014, dari 'Resilience Perempuan dalam Bencana Alam Merapi: Studi di Kinahrejo Umbulharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta': http://diligib.uin-suka.ac.id/139/1/welfare%20Vol%201%20No1%20Januari%20-%20Juni%202012%20CHAPTER%203.pdf.
Gregg, 1992, Behavioral Foundations of Community Emergency Management, dalam K. M. Lindell, & W. R. Perry, Washington China Habitat International, Washington, Hemisphere Publishing Corp.
Heru Saptono (Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman), tentang Perempuan dalam Pengurangan Risiko Bencana, di Kantor BPBD Kabupaten Sleman, diwawancarai pada 20 Januari 2015.
Initiative, R. D. (2011). Integrasi Rehabilitasi Sosio-Ekonomi Penduduk Setelah Gunung Merapi Tahun 2010 terhadap Perencanaan Pemulihan. Dipetik Desember 24, 2014, dari prevention web: http://www.preventionweb.net/files/39757_39757wp7wimbard anaetaligrasireha.pdf.
Inter-Agency Standing Commitee (IASC), 2006, 'Community of Practice Gender Training: Women; Girls; Boys & Men - Different Needs Equal Opportunitues', dilihat 9 Januari 2015, dari http://www/gtcop.unwomen.org.
Murtakhamah, T., 2013, ‘Pentingnya Pengarusutamaan Gender Dalam Program Pengurangan Resiko Bencana’, dilihat 2 November 2014, dari http://digilib.uin- suka.ac.id/view/creators/Titin_Murtakhamah.
Pemerintah Desa Kepuharjo, 2014, Dokumen Rencana kontijensi Erupsi Merapi Desa tangguh Bencana (DESTANA), Daerah Istimewa Yogyakarta, Perpustakaan Kantor Kelurahan Desa Kepuharjo.
Pincha, C., 2008, 'Gender Sensitive Disaster Management: A Toolkit for Practitioners', dilihat 18 Januari 2014, dari http://www.eldis.org/vfile/uplad/1/document/0812/Gnder%20sensitive%20disaster%200management%20Toolkit.pdf.
Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan, 1994, ‘Memenuhi Kebutuhan Praktis dan Kebutuhan Strategis Gender’, dilihat 24 Oktober 2014, dari http://www.kalyanamitra.or.id/perpustakaan/index.php?p=sh ow_detail&id=3021.
Rachman, F., 2011., '7 Teknik Wawancara', dilihat 2 November 2014, dari academia.edu: http://www.academia.edu/4393818/7_teknik_wawancara_sae.
Resillience Development Initiative, 2011,‘Integrasi Rehabilitasi Sosio- Ekonomi Penduduk Setelah Gunung Merapi Tahun 2010 terhadap Perencanaan Pemulihan, dilihat pada 24 Desember 2014: http://www.preventionweb.net/files/39757_39757wp7wimbardanaetaligrasireha.pdf.
The World Bank, ‘Measuring Merapi’s Losses’, dilihat 29 Oktober 2015, dari http://www.worldbank.org/en/news/feature/2010/11/24/me asuring-merapis-losses.
UNISDR, 2013,‘Resolution Adopted by the General Assembly on 20 December 2013’, dilihat pada 3 Oktober 2014, dari http://www.UNISDR.org/files/resolutions/.
UNISDR, 2008, 'Gender and Disaster Network', 20 April 2014, dari GDN_Gendernotes1: http://www.gdnonline.org/resources/GDN_gendernotees1.pdf.
Weisner, 2011, 'Rethinking Development in an Age of Scarcity and Uncertainty New Values, Voices and Alliances for Increased Resilience', dilihat pada 8 November 2014, dari Gender Mainstreaming in Disaster Management Policies: Indicators to Mitigate Vulnerability of Women: http://eadi.org/gc2011/aboobacker-323.pdf.
Published
2016-06-01
How to Cite
Nastiti, N., Firawati, T., Hieriej, E., & Prabandari, A. (2016). Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Sistem Penanggulangan Bencana di Indonesia Studi Kasus: Analisis Implementasi Renstra BPBD Kabupaten Sleman di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan. Jurnal Dinamika Global, 1(01), 43 - 70. https://doi.org/https://doi.org/10.36859/jdg.v1i01.14