COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA BANDUNG KABUPATEN PANDEGLANG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan collaborative governance antara Pemerintahan Desa Bandung dengan berbagai macam keterlibatan stakeholder dalam melakukan pengembangan objek desa wisata yang dianalisis dengan pendekatan model collaborative governance Ansell dan Gash. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data secara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan, dimensi starting condition terlahir dari dorongan kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan atau penunaian kewajiban yang diimbangi dengan kelayakan sumber daya serta menilai terdapat irisan kepentingan. Dimensi institusional design menunjukkan peraturan untuk dipedomani terbagi menjadi dua yaitu ada yang secara konkret tertuang dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama dan ada yang sekedar hubungan personal dan emosional. Dimensi facilitative leadership menunjukkan pelaksanaan collaborative governance cenderung tidak adanya konflik yang bersifat destruktif dan kondisi institusional design dapat mempengaruhi sikap penyelesaian konflik secara profesional atau personal. Dimensi collaborative process menunjukkan komunikasi antara pihak Desa Bandung dan para stakeholder melahirkan hubungan mutualisme, terbentuknya kepercayaan satu sama lain melalui percakapan serta tindakan, terbangunnya komitmen kolektif, adanya berbagi pemahaman pada tingkatan konsep serta teknis dan ketentuan hasil menengah yang terukur juga realistis. Hasil collaborative governance menunjukkan bahwa upaya pengembangan desa wisata melahirkan penyempurnaan komponen atraksi, amenitas, aksesibilitas, aktivitas dan sumber daya manusia.

.png)
.png)
