STRATEGI KAMPANYE SLOGAN BANGKIT, EDUKATIF, DINAMIS, AGAMIS, SEJAHTERA (BEDAS) DALAM PEMENANGAN PILKADA KAB BANDUNG DUA PERIODE KEPEMIMPINAN DADANG SUPRIATNA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kampanye slogan Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, Sejahtera (BEDAS) dalam pemenangan Pemilihan Kepala Daerah Pilkada Kabupaten Bandung selama dua periode kepemimpinan Dadang Supriatna. Penelitian ini menggunakan teori marketing politik 4P (Product, Promotion, Price, Place) menurut Firmanzah (2009) sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang digunakanadalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan dilaksanakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan studi pustaka dilakukan melalui penelaahan literatur yang relevan dengan konsep marketing politik. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh temuan bahwa slogan BEDAS tidak hanya berfungsi sebagai simbol kampanye, melainkan sebagai produk politik yang memuat identitas kepemimpinan, visi dan misi, serta arah pembangunan Kabupaten Bandung. Pada aspek Product, slogan BEDAS menjadi bentuk pencitraan politik yang kuat dan mudah dipahami oleh masyarakat. Pada aspek Promotion, strategi kampanye dilaksanakan melalui kombinasi mediasosial, alat peraga kampanye, serta pendekatan langsung kepada masyarakat melalui kunjungan lapangan. Padaaspek Price, pengelolaan anggaran kampanye dilakukan secara terencana dan efisien, disertai upaya membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan. Pada aspek Place, strategi dilaksanakan melalui pemetaan wilayah dan segmentasi pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemenangan Pilkada selama dua periode tidak terlepas dari penerapan strategi marketing politik yang terintegrasi, konsisten, dan adaptif. Sinergi antara produk politik yang jelas, promosi yang efektif, pengelolaan sumber daya yang efisien, serta distribusi kampanye yang tepat sasaran menjadi faktor utama dalam membangun dan mempertahankan dukungan masyarakat.

.png)
.png)
