PERANAN BADAN PENDAPATAN DAERAH DALAM MENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA SEKTOR PAJAK HIBURAN DI KOTA BANDUNG

  • Deri Rizkiansyah Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Peranan, Badan Pendapatan Daerah, Pendapatan Asli Daerah, Pajak Hiburan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor Pajak Hiburan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam proses, peran, serta dinamika kelembagaan dalam pengelolaan Pajak Hiburan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu aparatur Bapenda yang memiliki kewenangan langsung dalam pengelolaan Pajak Hiburan serta pelaku usaha hiburan yang terkait.

Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Kerangka analisis penelitian mengacu pada teori peranan Katz dan Kahn yang mencakup dimensi harapan peranan, persepsi peranan, dan konflik peranan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Bapenda Kota Bandung dalam mengelola Pajak Hiburan secara umum telah berjalan cukup optimal. Harapan peranan diwujudkan melalui perencanaan dan evaluasi kinerja yang sistematis serta didukung oleh norma perilaku aparatur dan pengelolaan tekanan eksternal. Persepsi peranan aparatur menunjukkan sikap adaptif melalui pembaruan program dan pemanfaatan teknologi, meskipun masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia. Sementara itu, konflik peranan muncul baik pada tingkat mikro berupa kepatuhan wajib pajak, maupun pada tingkat makro berupa keterbatasan aparatur.

Published
2026-06-24
How to Cite
Rizkiansyah, D. (2026). PERANAN BADAN PENDAPATAN DAERAH DALAM MENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA SEKTOR PAJAK HIBURAN DI KOTA BANDUNG. Praxis Idealist : Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, 2(3). https://doi.org/10.36859/jp.v2i3.5368