PERAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN DALAM PENYEDIAAN PASAR HASIL PROGRAM BURUAN SAÈ KOTA BANDUNG (STUDI KASUS KELOMPOK MOTEKAR KELURAHAN ISOLA)

  • Rani Septiani Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Buruan SAÈ, Peran, Penyediaan Pasar.

Abstract

Peran Dinas Program Buruan SAÈ merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota Bandung dalam mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi, tetapi juga oleh ketersediaan akses pasar bagi hasil pertanian kelompok sasaran. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung memiliki peran strategis dalam memfasilitasi penyediaan pasar guna menjamin keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dispangtan dalam penyediaan pasar pada Program Buruan SAE dengan studi kasus Kelompok Motekar di Kelurahan Isola. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dispangtan berperan sebagai fasilitator dan penghubung antara Kelompok Motekar dengan berbagai saluran pemasaran, seperti pasar lokal, kegiatan bazar, serta jejaring penjualan berbasis komunitas. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat kendala berupa keterbatasan pendampingan, belum rutinnya kegiatan sosialisasi pemasaran, serta belum terbangunnya sistem pemasaran yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran Dispangtan melalui peningkatan intensitas pendampingan dan pengembangan strategi pemasaran agar Program Buruan SAE dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi Kelompok Motekar di Kelurahan Isola.

Published
2026-06-23
How to Cite
Septiani, R. (2026). PERAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN DALAM PENYEDIAAN PASAR HASIL PROGRAM BURUAN SAÈ KOTA BANDUNG (STUDI KASUS KELOMPOK MOTEKAR KELURAHAN ISOLA). Praxis Idealist : Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, 2(3). https://doi.org/10.36859/jp.v2i3.5316