Peran Badan Layanan Umum Daerah dalam Pemenuhan Air Minum di Kota Cimahi
Abstract
Fenomena penelitian terdapat pada masih banyak rumah tangga yang kesulitan memperoleh akses air minum layak serta sebagian rumah tangga masih bergantung pada sumur gali, sumur bor, atau harus membeli air isi ulang, yang kualitasnya belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Rumusan masalahnya yaitu “Bagaimana Peran Badan Layanan Umum Daerah dalam Pemenuhan Air Minum di Kota Cimahi”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Badan Layanan Umum Daerah dalam Pemenuhan Air Minum di Kota Cimahi dengan menggunakan teori pemerintah menurut Siagian (2009) yang meliputi dimensi stabilisator, modernisator, pelopor, inovator, dan katalisator. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi stabilisator belum mampu menjamin pemerataan layanan, proses modernisasi dan pengembangan inovasi masih terbatas, peran pelopor dalam perluasan pelyanan belum optimal, serta peran katalisator dalam membangun kerja sama antarpihak belum berjalan efektif. Berdasarkan hasil observasi dan penelitian mengenai Peran Badan Layanan Umum Daerah dalam Pemenuhan Air Minum di Kota Cimahi, dapat disimpulkan bahwa Badan Layanan Umum Daerah Air Minum telah menjalankan fungsinya pada lima dimensi, yaitu Stabilisator, Modernisator, Pelopor, Inovator, dan Katalisator. Peran ini terlihat dari upaya menjaga kontinuitas pelayanan, melakukan pembaruan sistem dan prosedur, mendorong inovasi internal, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi antarunit kerja.

.png)
.png)
