RESPONSIVITAS BPBD DALAM PENANGANAN PASCA BENCANA GEMPA BUMI DI KABUPATEN CIANJUR PADA TAHUN 2022
Abstract
Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur pada tahun 2022 menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat, sehingga menuntut responsivitas pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis responsivitas BPBD Kabupaten Cianjur dalam penanganan pascabencana gempa bumi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi, relawan tangguh bencana, aparatur desa, dan masyarakat terdampak. Analisis data mengacu pada konsep responsivitas publik menurut Dwiyanto, yang meliputi kemampuan mengenali kebutuhan masyarakat, penyusunan agenda dan prioritas pelayanan, pengembangan program pelayanan yang sesuai, penanganan aspirasi dan keluhan, serta komunikasi dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas BPBD Kabupaten Cianjur dalam penanganan pascabencana gempa bumi telah berjalan cukup baik, khususnya pada fase tanggap darurat, namun masih bersifat reaktif, belum merata, dan belum sepenuhnya berkelanjutan. Keterbatasan tersebut terutama terlihat pada aspek kesiapsiagaan pra-bencana, penyesuaian program terhadap keragaman kebutuhan masyarakat, serta kecepatan dan konsistensi tindak lanjut pada tahap pemulihan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan responsivitas BPBD melalui pendekatan yang lebih proaktif, inklusif, dan berkelanjutan dalam penanggulangan bencana di tingkat daerah.

.png)
.png)
