Collaborative Governance dalam Pengelolaan Teras Cihampelas di Kota Bandung
Abstract
Penelitian ini mengkaji penerapan collaborative governance dalam pengelolaan Teras Cihampelas di Kota Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan ruang publik, yang berdampak pada menurunnya fungsi Teras Cihampelas sebagai kawasan wisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Permasalahan tersebut terlihat dari lemahnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah, keterlibatan pelaku usaha yang belum maksimal, serta minimnya peran sektor swasta, akademisi, dan media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengelolaan Teras Cihampelas di Kota Bandung. Kerangka teori yang digunakan adalah Collaborative Governance Regime (CGR) dari Emerson, Nabatchi, dan Balogh yang meliputi dinamika kolaborasi, tindakan kolaboratif, serta dampak dan adaptasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berasal dari unsur pentahelix, yaitu pemerintah, pelaku usaha atau PKL, koperasi, akademisi, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kolaborasi belum berjalan optimal, tindakan kolaboratif masih bersifat sektoral, serta dampak dan adaptasi kolaborasi belum signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan collaborative governance dalam pengelolaan Teras Cihampelas belum efektif dan memerlukan penguatan koordinasi lintas sektor serta forum kolaboratif yang berkelanjutan.

.png)
.png)
