KINERJA PEMDA PADA INSPEKTORAT KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME ASN DI SELURUH KECAMATAN
Abstract
Penelitian ini mengkaji kinerja Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya dalam mewujudkan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh kecamatan. Meskipun terdapat peningkatan kinerja pengawasan pada 2024, capaian belum optimal dengan Kapabilitas APIP level 3,2 dari target 3,5, tindak lanjut temuan audit 92% dari target 95%, dan indeks kepuasan stakeholder 82 dari target 85. Permasalahan utama meliputi kesalahan administratif akibat kurangnya pemahaman regulasi terbaru, keterbatasan sumber daya pada periode puncak, dan kebutuhan pendampingan intensif di beberapa kecamatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan yang terdiri dari pejabat Inspektorat, Camat, dan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Kecamatan, observasi, dan dokumentasi. Teori Kinerja Siagian (2018) yang membagi kinerja menjadi lima dimensi yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian menjadi dasar analisis. Hasil menunjukkan ASN di kecamatan telah melaksanakan kelima dimensi tersebut dengan baik, dengan kualitas kerja sesuai SOP meski ada kesalahan teknis ringan, kuantitas kerja optimal dengan pencapaian target rutin, ketepatan waktu baik didukung sistem monitoring berbasis risiko, efektivitas tinggi dalam mendukung akuntabilitas pelayanan publik, dan kemandirian memadai dalam menjalankan tugas tanpa ketergantungan berlebih. Inspektorat berperan strategis melalui pengawasan preventif-represif dan pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme ASN. Kesimpulannya, kinerja ASN cukup optimal pada semua dimensi, namun perlu meningkatkan pemahaman regulasi, optimalisasi sumber daya, dan penguatan sistem monitoring agar profesionalisme ASN dapat terwujud secara menyeluruh sesuai standar good governance.

.png)
.png)
