OTONOMI DESA ADAT: SEBUAH FATAMORGANA? KASUS DARI DESA ADAT INTARAN, BALI, INDONESIA

  • Mudiyati Rahmatunnisa Universitas Padjadjaran
  • Fauzan Ramaditya Universitas Padjadjaran
  • Haelvyn Pratagrahana Putra Universitas Padjadjaran
  • Anandya Khairunnisa Universitas Padjadjaran

Abstract

This study examines the empirical experience of indigenous village autonomy in Indonesia as normatively regulated in the 1945 Constitution and the recent 2014 Law on Regional Government. The prolonged debate by many on the issue has mainly focused on how autonomous indigenous villages have actually been due to various forms of state intervention (also referred to as "stateization"). This study specifically identifies a number of empirical practices of autonomy in the Desa Adat Intaran of Bali Province. The case study provides a fertile ground for a variety of information related to the subject matter amidst the recent developments in the COVID-19 pandemic recovery efforts and the strong resistance of village communities to the LNG Terminal development project on Mertasari Beach by the Central Government and Bali Province in 2022 within the territory of Desa Adat Intaran. This study is particularly important in terms of adding current data and information to the current debate on the practice of indigenous village autonomy in Indonesia. This research utilizes qualitative research methods with a series of interviews, Focus Group Discussions as well as literature studies as data collection techniques. Triangulation techniques were also used to validate the qualitative data. The study argues that there has been noticeable state intervention in the implementation of autonomy of Desa Adat Intaran both in terms of institutions, programs and the allocated village budget. This finding confirms that there is a large gap between normative indigenous village autonomy and actual practice.

References

Ardiana, I. P. E., & Tjukup, I. K. (2018). Kajian Yuridis Prioritas Penggunaan Dana Desa Dalam Kaitannya Dengan Otonomi Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Kertha Negara : Journal Ilmu Hukum, 6(02).
Artaya. (2021, January 25). Pertegas Tupoksi Hubungan MDA - Desa Adat. https://atnews.id/portal/news/7416
Aziz, N. L. L. (2016). Otonomi Desa dan Efektivitas Dana Desa. Jurnal Penelitian Politik, 13(2), 193–211. https://doi.org/10.14203/JPP.V13I2.575
Barniat, Z. (2018). Otonomi desa : Konsepsi teoritis dan legal. Jurnal Analisis Sosial Politik, 2(2).
Clark, G. L. (1984). A Theory of Local Autonomy. Annals of the Association of American Geographers, 74(2), 195–208.
Dewi, A. A. I. A. A. (2014). Eksistensi Otonomi Desa Pakraman dalam Perspektif Pluralisme Hukum. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 3(3). https://doi.org/10.24843/jmhu.2014.v03.i03.p13
Dewi, N. P. A. A., & Anom, I. P. (2018). Peranan Desa Adat Intaran Dalam Pengelolaan Pantai Mertasari Kecamatan Denpasar Selatan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(1). https://doi.org/10.24843/jdepar.2017.v05.i01.p11
Eko, S. (2005). Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan Otonomi Desa. In A. Gonggong (Ed.), Pasang Surut Otonomi Daerah: Sketsa Perjalanan 100 Tahun (pp. 438–560). Institute for Local Development.
Hasjimzoem, Y. (2015). Dinamika Hukum Pemerintahan Desa. FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum, 8(3). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v8no3.312
Karim, S. (2022). Otonomi Desa dan Pergeseran Kekuasaan Elit Lokal. Vox Populi, 5(1), 94–107.
Kumayas, N., Tumiwa, J., & Singkoh, F. (2019). Otonomi Desa Dalam Proses Penggalian Potensi Desa,Studi Di Desa Kanonang Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa. Eksekutif, 4(4).
Laksana, I. G. N. D., Astiti, T. I. P., Windia, I. W. P., Sirtha, I. N., & Sudantra, I. K. (2014). Kedudukan Desa Adat Di Bali Dalam Kaitannya Dengan Pasal 6 Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Mahmuddin. (2019). Riwang U Gampong. Ar-Raniry Press bekerja sama dengan Naskah Aceh.
Muhtadli, M. (2020). Pengakuan Desa Adat Sebagai Penyelenggara Pemerintahan Daerah di Indonesia Berdasarkan Asas Otonomi. Constitutionale, 1(1). https://doi.org/10.25041/constitutionale.v1i1.2008
Nadir, S. (2013). Otonomi Daerah dan Desentralisasi Desa: Menuju Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jurnal Politik Profetik, 1(1).
Nurcholis, H. (2011). Pertumbuhan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Erlangga.
Nurcholis, H. (2015). Pemerintah Desa. Bee Media Pustaka.
Purnama, D. G. A. S. Y., & Dewi, A. A. I. A. A. (2019). Desa adat Dalam Pengelolaan Tanah Adat Bali Berbasis Kebijakan Daerah. Acta Comitas, 4(2). https://doi.org/10.24843/ac.2019.v04.i02.p16
Rachman, N. F. (2014). Masyarakat Hukum Adat Adalah Bukan Penyandang Hak, Bukan Subjek Hukum, dan Bukan Pemilik Wilayah Adatnya. Wacana, 16(33), 25–50.
Romadhon, A. H., Harianti, I., Royhana, N., & Agustina, M. (2018). Dinamika Pranata Pemerintahan Desa Adat dalam Dimensi Hukum Tata Negara. JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI, 2(2). https://doi.org/10.32501/jhmb.v2i2.31
Rusito, R. (2017). Penyelenggaraan Kewenangan Desa Adat (Studi Kasus di Desa Kanekes Suku Baduy Kabupaten Lebak Provinsi Banten). Jurnal Niagara, 1(1), 103–120.
Schutt, R. K. (2012). Qualitative Data Analysis. In Investigating the Social World (7th ed., pp. 320–357). SAGE Publications, Inc. http://jefftirshfield.com/wp-content/uploads/2017/12/Investigating-the-Social-World_Schutt.pdf
Simarmata, R. (2021). Orientasi Negara dalam Pendaftaran Tanah Adat di Indonesia. The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies, 1(1), 1–35.
Siscawati, M. (2014). Masyarakat Adat dan Perebutan Penguasaan Hutan. Wacana, 16(33), 3–24.
Sukriono, D. (2014). Undang-Undang Desa dan Permasalahan Sosial Budaya. Jurnal Transisi, 9, 10–29.
Published
2023-08-31
How to Cite
Rahmatunnisa, M., Ramaditya, F., Putra, H. P., & Khairunnisa, A. (2023). OTONOMI DESA ADAT: SEBUAH FATAMORGANA? KASUS DARI DESA ADAT INTARAN, BALI, INDONESIA. Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, Dan Administrasi Publik, 6(2), 299-313. https://doi.org/https://doi.org/10.36859/jap.v6i2.1737