PERAN DISINFOLAHTAD DALAM MEMPERCEPAT TRANSFORMASI DIGITAL DI LINGKUNGAN TNI AD

  • Rizal Mutaqin Universitas Gadjah Mada
  • Fitry Taufiq Sahary Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
  • Ghani Mutaqin Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
  • Dwi Shinta Dharmopadni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Keywords: TNI AD, Disinfolahtad, digital transformation, ICT infrastructure, data center

Abstract

Disinfolahtad plays an important role in accelerating digital transformation within the TNI AD with its main tasks which include managing ICT infrastructure, developing applications and information systems, managing data and information, and ensuring the security of internal information systems. In updating the ICT infrastructure, Disinfolahtad focuses on managing data centers, managing LAN data communication networks, and developing data processing applications belonging to the Indonesian Army such as the Indonesian Army's Sisfopers, Indonesian Army's Sysfologist, Indonesian Army's Information System, and Indonesian Army's Sisfoharwat. By accelerating digital transformation within the TNI AD, Disinfolahtad is able to improve work efficiency and effectiveness and speed up decision making within the TNI AD. Disinfolahtad also plays an important role in ensuring the security of the TNI AD's internal information system from possible cyber threats. Therefore, Disinfolahtad is an important element in supporting the modernization and digital transformation of the Indonesian Army towards a more efficient and effective organization.

References

Al Syahrin, M. N. (2018). Kebijakan Poros Maritim Jokowi dan Sinergitas Strategi Ekonomi dan Keamanan Laut Indonesia. Indonesian Perspective, 3(1), 1-17.
Fauzi, A. A., Kom, S., Kom, M., Budi Harto, S. E., Mm, P. I. A., Mulyanto, M. E., ... & Rindi Wulandari, S. (2023). Pemanfaatan Teknologi Informasi Di Berbagai Sektor Pada Masa Society 5.0. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Indrawan, J. (2016). Ancaman non-militer terhadap keamanan nasional di papua. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 12(2), 159-173.
LUBIS, A. F. (2022). HUKUM OPERASIONAL DALAM STRATEGI PERANG DAN MILITER DALAM OPERASI (KESIAPAN PERWIRA HUKUM TNI AD DALAM DOKTRIN HUKUM OPERASIONAL). Penerbit Qiara Media.
Lutfy, I. (2017). KERJASAMA INDONESIA DAN KOREA SELATAN DI BIDANG PERTAHANAN DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN PESAWAT TEMPUR KFX/IFX (Studi Kasus Kerjasama Kementerian Pertahanan Indonesia dan Defense Acquisition Program Administration) (Doctoral dissertation, PERPUSTAKAAN).
Sa'diyah, N. K., & Vinata, R. T. (2016). Rekonstruksi Pembentukan National Cyber Defense Sebagai Upaya Mempertahankan Kedaulatan Negara. Perspektif: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan, 21(3), 168-187.
Qian, L., Luo, Z., Du, Y., & Guo, L. (2009). Cloud computing: An overview. In Cloud Computing: First International Conference, CloudCom 2009, Beijing, China, December 1-4, 2009. Proceedings 1 (pp. 626-631). Springer Berlin Heidelberg.
Santoso, R. E., Prawiyogi, A. G., Rahardja, U., Oganda, F. P., & Khofifah, N. (2022). Penggunaan dan Manfaat Big Data dalam Konten Digital. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 3(2), 88-91.
Sarjito, A. (2019). Model Kepemimpinan Militer Digital Di Era Revolusi Industri 4.0. Manajemen Pertahanan: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pertahanan, 5(2).
Sawitri, D. (2019). Revolusi Industri 4.0: Big Data Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0. Jurnal Ilmiah Maksitek, 4(3).
Simanjuntak, M. (2022). Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada E-Business. E-Business: Inovasi di Era Digital, 33.
Tjandrawinata, R. R. (2016). Industri 4.0: Revolusi industri abad ini dan pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal Medicinus, 29(1), 31-39.
Winston, P. H. (1984). Artificial intelligence. Addison-Wesley Longman Publishing Co., Inc..
Published
2023-08-31
How to Cite
Mutaqin, R., Sahary, F. T., Mutaqin, G., & Dharmopadni, D. S. (2023). PERAN DISINFOLAHTAD DALAM MEMPERCEPAT TRANSFORMASI DIGITAL DI LINGKUNGAN TNI AD. Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, Dan Administrasi Publik, 6(2), 229-244. https://doi.org/https://doi.org/10.36859/jap.v6i2.1732