Satuan Siber di Tengah Perang Multidomain: Urgensi Transformasi Kapabilitas Pertahanan di Era Digital
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah karakter peperangan dari dominasi operasi konvensional menuju perang multidomain yang mengintegrasikan domain darat, laut, udara, ruang angkasa, siber, dan informasi. Dalam konteks tersebut, domain siber tidak lagi hanya dipandang sebagai ruang pendukung komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi telah berkembang menjadi arena strategis yang dapat memengaruhi kemampuan suatu negara dalam melaksanakan operasi pertahanan. Ketergantungan terhadap sistem informasi, jaringan komunikasi, sensor, sistem komando dan pengendalian, serta infrastruktur digital menyebabkan kerentanan siber berpotensi memberikan dampak lintas domain. Kondisi tersebut menempatkan satuan siber pada posisi yang semakin penting dalam membangun ketahanan dan keunggulan operasi pertahanan. Namun demikian, penguatan satuan siber tidak cukup dilakukan melalui modernisasi perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi membutuhkan transformasi yang mencakup sumber daya manusia, organisasi, doktrin, tata kelola, interoperabilitas, intelijen siber, serta kemampuan respons terhadap insiden. Artikel ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan satuan siber dalam menghadapi karakter perang multidomain serta merumuskan kerangka penguatan kapabilitas yang relevan dengan perkembangan lingkungan strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis dokumen yang relevan dengan perang multidomain, pertahanan siber, dan transformasi kapabilitas militer. Analisis diarahkan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kebutuhan operasi multidomain dengan kapabilitas satuan siber yang diperlukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama penguatan satuan siber terletak pada kemampuan mengintegrasikan kapabilitas siber dengan domain operasi lainnya secara cepat, aman, adaptif, dan interoperabel. Oleh karena itu, penguatan satuan siber perlu diarahkan pada pembangunan kapabilitas yang bersifat terintegrasi, resilien, adaptif, dan berorientasi pada operasi multidomain. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual penguatan satuan siber yang mengintegrasikan aspek sumber daya manusia, organisasi, teknologi, doktrin, interoperabilitas, dan cyber resilience sebagai fondasi menghadapi transformasi karakter peperangan di era digital.
References
Becote, B., & Rimal, B. P. (2023). Complexity science and cyber operations: A literature survey. Complex System Modeling and Simulation, 3(4), 327–342. https://doi.org/10.23919/CSMS.2023.0018
Betz, D. J. (2012). Cyberpower in strategic affairs: Neither unthinkable nor blessed. Journal of Strategic Studies, 35(5), 689–711. https://doi.org/10.1080/01402390.2012.706970
Choi, S. H., Kim, M. S., Yoon, J. P., Park, M. S., Lee, S. K., & Shin, D. K. (2022). A study on cyber resilience evaluation method centered on infringement response time. Defense and Security, 4(2), 87–110. https://doi.org/10.23425/defsec.2022.4.2.87
Chung, C. I. (2024). A review of 21st-century AI-based multi-domain maneuver warfare. Korean Journal of Military Affairs, 15, 65–92. https://doi.org/10.33528/kjma.2024.6.15.65
Devanny, J., Goldoni, L. R. F., & Medeiros, B. P. (2022). Strategy in an uncertain domain: Threat and response in cyberspace. Journal of Strategic Security, 15(2), 34–47. https://doi.org/10.5038/1944-0472.15.2.1954
Gill, A., Gilli, M., & Grgić, G. (2025). NATO, multi-domain operations and the future of the Atlantic Alliance. Comparative Strategy, 44(1), 73–91. https://doi.org/10.1080/01495933.2024.2445491
Jacobsen, J. T. (2024). Narrow windows of opportunity: The limited utility of cyber operations in war. Journal of Cybersecurity, 10(1), tyae014. https://doi.org/10.1093/cybsec/tyae014
Jensen, B., Valeriano, B., & Whitt, S. (2024). How cyber operations can reduce escalation pressures: Evidence from an experimental wargame study. Journal of Peace Research, 61(1). Https://doi.org/10.1177/00223433231219440
Katagiri, N. (2022). Two explanations for the paucity of cyber-military, cross-domain operations. Journal of Cybersecurity, 8(1), tyac002. https://doi.org/10.1093/cybsec/tyac002
Kristian, I. (2022). Pengambilan keputusan dalam operasi penanggulangan bencana: tantangan dan peluang. Jurnal Manajemen Publik Dan Kebijakan Publik (JMPKP), 4(2).
Kristian, I., & Rochaeni, A. (2022). Strategi militer mengenai siber untuk keunggulan dunia maya dalam perang elektronik. Caraka Prabu: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(2), 207–216. https://doi.org/10.36859/jcp.v6i2.1176
Lee, M. W., Lee, J. K., Lim, N. G., Kim, J. H., Kwon, G. H., & Oh, H. R. (2021). A study on cyber intelligence preparation for battlefield and multi-domain maneuver for cyber operation picture. Korean Journal of Military Affairs, 77(2), 434–463. https://doi.org/10.31066/kjmas.2021.77.2.018
Mattila, J. K. (2023). Arranging the defence of the cyber environment as a part of military affairs: Tactical, operational and strategic approach in retrospect of the Russian-Ukrainian War 2022. European Conference on Cyber Warfare and Security. https://doi.org/10.34190/eccws.23.1.2353
Nisser, J. (2026). Domains apart: How common terminology masks divergent U.S. and NATO multi-domain operations concepts. Defence Studies. https://doi.org/10.1080/14702436.2026.2686611
North Atlantic Treaty Organization. (2023). Multi-domain operations. NATO Allied Command Transformation.
Petras, Z. (2026). Capability challenges of NATO multi-domain operations: Implications for the NATO Defence Planning Process. Defence and Security Studies, 2026(1), 1247–1256. https://doi.org/10.47459/cndcgs.2026.145
Plevnika, M., & Vuka, P. (2026). Navigating the uncertainty of the modern environment: Multi-domain operations for the defence of small states. European Security, 35(2), 324–351. https://doi.org/10.1080/09662839.2025.2540955
Schoka, A. J. (2019). Prioritizing strategic cyberspace lethality. Military Cyber Affairs, 4(1). https://doi.org/10.5038/2378-0789.4.1.1049
Sen, C. (2026). Network-centric warfare in the age of chaos, complexity, and cyber conflict. Advances in Military Technology. https://doi.org/10.3849/aimt.02065
Shives, T., Pham, E., & Hiemstra, L. J. (2026). Operationalizing cyber in multi-domain operations: A kill-chain-centric approach for cyber strike packages. European Conference on Cyber Warfare and Security. https://doi.org/10.34190/eccws.25.1.4828
United States Army. (2022). FM 3-0: Operations. Department of the Army.
Watts, S., & Bobenrieth, E. (2024). US military legal doctrine and the emerging wartime cyber environment. International Review of the Red Cross, 107(928), 311–334. https://doi.org/10.1017/S181638312400047X
Zavorotko, I. (2026). Cyber operations in the multidomain battlespace: A legal view from the Ministry of Defence of Ukraine. Lieber Institute, West Point.

