Focus and Scope

The Journal of Legal Dialectics is published by the Legal Studies Study Program. This journal is a journal with the theme of Legal Science, with benefits and goals for the development of Legal Science, by prioritizing the originality, specificity and updating of articles in each publication.

The focus and scope of writing (Focus & Scope) in this journal focuses on publishing legal scientific articles with the following topics:
Military Law
Civil law
Constitutional law;
State Administrative Law;
Criminal law;
International law;
Procedural Law;
Customary law;
Business Law;
Environmental law;
Law and Society;
Information Technology and Electronic Transaction Law;
Human Rights Law;
And Other Legal Studies that are relevant to the above fields.

 

Peer Review Process

Proses Penyuntingan

Setiap naskah yang dikirim ke redaksi Dialektika Hukum dikelola melalui proses berikut:

  1. Penyaringan awal (initial screening)

Editor in Chief atau Anggota Editorial Board akan menyaring terlebih dahulu kelayakan naskah untuk dilanjutkan atau tidak proses penyuntingannya. Penyaringan awal di sini meliputi: kesesuaian naskah dengan ruang lingkup jurnal; kesesuaian naskah dengan Focus and Scope Jurnal, dan Petunjuk Penulisan (Author Guiedelines); kesamaan naskah dengan artikel atau bahan publikasi lainnya. Dalam hal naskah dinilai "tidak layak dilanjutkan proses penyuntingan", maka naskah dikembalikan ke penulisnya untuk disesuaikan dengan gaya selingkung tersebut atau diserahkan kembali (ditolak) hak kepengarangannya. Dalam hal naskah dinilai "layak dilanjutkan proses penyuntingan.

  1. Penyuntingan

Editor in Chief atau Anggota Editorial Board melakukan penyuntingan naskah untuk lebih disesuaikan lagi dengan gaya selingkung jurnal. Penyuntingan di sini meliputi: format naskah (template); sitasi dan referensi; pilihan kata. Karena itu, penyunting bukan saja mengoreksi huruf dan catatan kaki-daftar pustaka, tetapi dapat pula memperbaiki secara tidak signifikan judul dan uraian pada naskah agar lebih sesuai dengan gaya selingkung jurnal. Segala perubahan tersebut dikomunikasikan dengan ketua penyunting atau anggota dewan penyunting dan penulis, untuk mendapatkan respons yang timbal-balik. Naskah yang telah selesei di sunting maka layak  untuk proses berikutnya.

  1. Penelaahan substansi

Editor in Chief atau Anggota Editorial Board mengirim naskah yang telah dilakukan proses penyuntingan kepada salah satu Reviewers yang berkompeten di bidangnya untuk dilakukan penelaahan substansi, dengan terlebih dahulu menghilangkan identitas penulis dan afiliasinya. Pada umumnya naskah akan ditelaah oleh satu Reviewer. Namun demikian, dalam hal naskah mencakup lebih dari satu bidang hukum, misalnya tentang “Tanggung jawab pidana dalam pembakaran lahan”, maka naskah dikirim ke dua Reviewers pada dua bidang terkait, yaitu hukum pidana dan hukum lingkungan. Penelaahan substansi oleh Reviewers dilakukan melalui pengisian formulir yang disiapkan oleh penyunting dan/atau pemberian catatan (comment) pada naskah yang ditelaah. Hasil penelaahan Reviewers meliputi: “naskah diterima”; “naskah diterima dengan perbaikan minor”; “naskah diterima dengan perbaikan mayor”; atau “naskah ditolak”, disertai dengan catatan dan alasannya.

  1. Revisi

Editor in Chief atau Anggota Editorial Board menyampaikan hasil penelaahan naskah oleh reviewer kepada penulisnya dengan terlebih dahulu menghilangkan identitas reviewer. Proses revisi oleh penulis di sini bisa lebih dari sekali, sesuai dengan penilaian Editor in Chief atau Anggota Editorial Board apakah hasil revisi naskah telah mengakomodasi catatan reviewers dan Editor in Chief atau Anggota Editorial Board.

  1. Keputusan akhir

Editor in Chief memberi keputusan akhir apakah suatu naskah yang telah direvisi atau dalam hal naskah dinyatakan diterima oleh reviewers, dan dapat diterbitkan atau tidak. Dalam hal naskah "diterima untuk diterbitkan", maka naskah dilakukan proses pengecekan kembali (proof reading) penulisan dan pilihan kata, kalimat, paragraf, dan referensi. Proses perubahan kata, kalimat, paragraf, dan referensi ini masih dapat berlangsung terus hingga naskah tersebut diterbitkan, dengan catatan berbagai perubahan tersebut dikomunikasikan dengan penulisnya. Dalam hal naskah "tidak diterima untuk diterbitkan", Editor in Chief mengembalikan naskah dan hak kepengarangannya kepada penulisnya.

  1. Terbit

Naskah yang diterima untuk diterbitkan dikumpulkan hingga terpenuhi jumlah artikel satu nomor atau edisi, yaitu minimal lima artikel hasil penelitian atau kajian hukum. Artikel yang terkumpulkan dalam satu nomor atau edisi terbitan ini selanjutnya diterbitkan secara daring dan cetak.

 

Publication Frequency

Appears two volume a year.

1st period

  • Call for papers                  : December-January
  • Peer-review                       : February-March
  • Revise and resubmit        : March-April
  • Editing and layouting      : April-May
  • Publishing                          : June

2nd period

  • Call for papers                   : June-August
  • Peer-review                        : August-September
  • Revise and resubmit         : September-October
  • Editing and layouting       : October-November
  • Publishing                          : December

Author Fees

Costs charged to the author by Jurnal Dialektika Hukum:

Article Submission fee: IDR 0, - (no fees)
Article Processing fee: IDR 0, - (no fees)
Online Journal publishing fee: IDR 0, - (no fees)
Under these conditions, Jurnal Dialektika Hukum also provides assistance to authors from developing countries because it does not require any costs for the process of publishing online journals.