Kerjasama Bank Dunia Untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara paling rentan terhadap bencana alam akibat lokasinya di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi. Ancaman gempa bumi, tsunami, erupsi vulkanik, dan banjir semakin diperparah oleh dampak perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologis. Tsunami Aceh 2004 (korban >230.000 jiwa) dan tsunami Selat Sunda 2018 (korban >4.400 jiwa) mengungkap kelemahan sistem penanggulangan bencana Indonesia, termasuk kapasitas pemerintah daerah yang terbatas, koordinasi antarlembaga yang tersegmentasi, dan infrastruktur peringatan dini yang tidak memadai. Merespons serangkaian bencana besar (2018–2019), Bank Dunia menyetujui pinjaman USD 160 juta untuk Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) pada November 2019. Keberhasilan IDRIP bergantung pada integrasi adaptive governance—khususnya pembelajaran institusional dan desentralisasi kewenangan—sebagaimana diusulkan dalam kerangka Adaptive and Integrated Disaster Resilience (AIDR). Proyek ini merepresentasikan evolusi kebijakan penanggulangan bencana Indonesia menuju ketangguhan yang berkelanjutan dan inklusif.

.png)
.png)
