KEBIJAKAN KEAMANAN TURKI TERHADAP KELOMPOK KURDI BERSENJATA DI IRAK DAN SURIAH PASCA KEGAGALAN PROSES PERDAMAIAN DOLMABAHÇE 2020-2024

  • Azzahra Sarah Nabila Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Kebijakan keamanan Turki, Kurdi, PKK, YPG, sekuritisasi, Irak, Suriah.

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan keamanan Turki terhadap kelompok Kurdi bersenjata di Irak dan Suriah pasca kegagalan Proses Dolmabahce (2015). Pergeseran dari dialog ke strategi militeristik diarahkan pada PKK di Irak Utara dan YPG di Suriah Utara sebagai ancaman eksistensial. Dengan pendekatan kualitatif, kontruktivisme, dan konsep sekuritisasi Copenhagen School, penelitian ini menganalisis klaim ancaman, penerimaan audiens, tindakan luar biasa, dan narasi. Hasilnya, narasi ancaman terhadap PKK/YPG diterima luas, diperkuat media, dan melegatimasi operasi lintas batas seperti Operation Claw. Dukungan partai nasionalis serta dinamika geopolitik ikut memperkuat kebijakan ini. Kesimpulannya, strategi militeristik Turki menekan kelompok Kurdi, namun memnicu krisis kemanusiaan dan siklus kekerasan yang menghambat solusi damai jangka panjang.

Published
2026-06-30
How to Cite
Nabila, A. (2026). KEBIJAKAN KEAMANAN TURKI TERHADAP KELOMPOK KURDI BERSENJATA DI IRAK DAN SURIAH PASCA KEGAGALAN PROSES PERDAMAIAN DOLMABAHÇE 2020-2024. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(3). https://doi.org/10.36859/gij.v2i3.4511