Kebijakan China menghadapi Kebijakan Pembatasan Ekspor Teknologi Semikonduktor oleh Amerika Serikat (2019-2023)

  • Sansan Sani Habibah Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: China, Amerika Serikat, Semikonduktor, Kebijakan Luar Negeri, Realisme Neoklasik, United States, Semiconductor, Foreign Policy, Neoclassical Realism

Abstract

Kebijakan pembatasan ekspor semikonduktor yang diterapkan Amerika Serikat sejak 2019 memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan industri teknologi Tiongkok. Mengingat semikonduktor merupakan komponen vital dalam teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, 5G, hingga pertahanan, pembatasan ini menimbulkan tantangan besar bagi China yang tengah berupaya memperkuat kemandirian teknologinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan China dalam menghadapi kebijakan pembatasan ekspor teknologi semikonduktor oleh Amerika Serikat periode 2019–2023 dengan menggunakan teori realisme neoklasik dan konsep kebijakan luar negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan China dilatarbelakangi oleh faktor internasional seperti rivalitas geopolitik serta faktor domestik berupa kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi dan kepentingan nasional. Adapun kebijakan China mengedepankan tiga strategi utama, yaitu meningkatkan kerja sama teknologi dengan mitra internasional, menerapkan kebijakan pembatasan ekspor mineral strategis, serta melakukan diversifikasi rantai pasok untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dan sekutunya.

Published
2026-06-30
How to Cite
Sani Habibah, S. (2026). Kebijakan China menghadapi Kebijakan Pembatasan Ekspor Teknologi Semikonduktor oleh Amerika Serikat (2019-2023). Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(3). https://doi.org/10.36859/gij.v2i3.4501