Diplomasi Publik Thailand di Amerika Serikat melalui Citra Ladyboy dalam Membangun Inklusivitas Negara
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunitas transgender, khususnya ladyboy , dalam industri pariwisata Thailand sebagai bagian dari strategi diplomasi publik untuk membangun citra negara yang inklusif di mata internasional, terutama Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretatif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Landasan teorinya meliputi konstruktivisme, diplomasi publik, konsep soft power, dan model Nation Branding Hexagon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ladyboy dalam sektor pariwisata tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen strategi untuk membentuk persepsi positif tentang Thailand sebagai negara yang menerima keberagaman gender. Representasi ini berkontribusi pada penguatan citra Thailand di tingkat global sekaligus memperluas ruang sosial dan peluang bagi komunitas tersebut di dalam negeri. Simpulan dari penelitian ini adalah pariwisata inklusif yang melibatkan ladyboy dapat menjadi sarana diplomasi publik yang efektif, memadukan promosi budaya dengan penguatan identitas nasional yang ramah terhadap keberagaman. Strategi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong penerimaan sosial yang lebih luas terhadap komunitas transgender di Thailand.

.png)
.png)
