DAMPAK KOREA ELECTRONIC TRAVEL AUTHORIZATION (K-ETA) TERHADAP PENURUNAN WISATAWAN THAILAND KE KOREA SELATAN TAHUN 2022-2024

  • Jihan Rahmadini Hidayat Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: K-ETA, Kebijakan Imigrasi, Visit Korea Year

Abstract

Fenomena penerapan Korea Electronic Travel Authorization (K-ETA) sejak 2021 mencerminkan strategi Korea Selatan dalam mengelola arus masuk wisatawan asing sekaligus memperkuat keamanan nasional pasca-pandemi COVID-19. Kebijakan ini tidak hanya menyederhanakan prosedur perjalanan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata yang berdampak serius oleh pandemi. Popularitas Korean Wave (Hallyu) semakin memperkuat daya tarik Korea Selatan sebagai destinasi global, meski di sisi lain pemerintah menghadapi tantangan struktural berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi, populasi menua, serta ketidakpastian politik domestik. Penerapan dan pengecualian K-ETA, khususnya dalam kampanye Visit Korea Year 2023–2024, menunjukkan upaya adaptif pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan keamanan dengan keterbukaan ekonomi. Kenaikan ini lah yang membuat peneliti mulai pada tahun 2022. Namun kebijakan ini juga memunculkan risiko, mulai dari potensi penyalahgunaan sistem, kesiapan infrastruktur pariwisata, hingga friksi diplomatik dengan negara mitra. Dengan demikian, kajian mengenai K-ETA menjadi relevan untuk memahami bagaimana kebijakan imigrasi digital dapat berfungsi sebagai instrumen diplomasi ekonomi sekaligus strategi pembangunan berkelanjutan di era global.

Published
2026-06-30
How to Cite
Hidayat, J. (2026). DAMPAK KOREA ELECTRONIC TRAVEL AUTHORIZATION (K-ETA) TERHADAP PENURUNAN WISATAWAN THAILAND KE KOREA SELATAN TAHUN 2022-2024. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(3). https://doi.org/10.36859/gij.v2i3.4459