Kerja Sama Pertahanan Indonesia dan Tiongkok melalui Latihan Militer Gabungan Peace (Heping) Garuda 2024

  • Ellyza Martina Tomasoa Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Kerja Sama Pertahanan, Indonesia, Tiongkok, Peace (Heping) Garuda 2024, Diplomasi Pertahanan

Abstract

Kerja sama pertahanan Indonesia-Tiongkok melalui latihan militer gabungan Peace (Heping) Garuda 2024 menjadi tonggak penting hubungan bilateral vakum setelah sepuluh tahun sejak Sharp Knife 2014. Penelitian ini menganalisis alasan di balik keputusan Indonesia mengaktifkan kembali latihan tersebut dengan menggunakan kerangka Decision-Making Process Graham T. Allison ( Rational Actor Model, Organizational Behavior Model, dan Governmental Politics Model ). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur, dokumen resmi, berita, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan latihan ini merupakan keputusan strategi untuk meningkatkan kapasitas militer, memperkuat pertahanan diplomasi, dan menjaga keseimbangan hubungan dengan kekuatan besar di Indo-Pasifik. Fokus pada Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) menunjukkan komitmen politik luar negeri bebas-aktif menghindari sekaligus persepsi terbentuknya aliansi militer baru. Latihan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme prajurit, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor independen dalam menjaga stabilitas kawasan.

Published
2026-05-13
How to Cite
Tomasoa, E. (2026). Kerja Sama Pertahanan Indonesia dan Tiongkok melalui Latihan Militer Gabungan Peace (Heping) Garuda 2024. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(2). https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.4455