KERJA SAMA EKONOMI RUSIA DAN TIONGKOK PASCA SANKSI EKONOMI NEGARA BARAT TAHUN 2022-2024

  • Aulia Fitriani Firdaus Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Rusia, Tiongkok, Sanksi Ekonomi, Economic Statecraft.

Abstract

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sekutunya, memberlakukan sanksi ekonomi yang berat terhadap Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Akibatnya, perekonomian Rusia mengalami tekanan yang besar akibat sanksi-sanksi tersebut, yang meliputi pembekuan aset, pembatasan impor dan ekspor energi, serta penutupan akses ke sistem keuangan global. Untuk mengurangi ketergantungannya pada Barat, Rusia memperkuat strategi Pivot to Asia-nya dan menjadikan China sebagai mitra ekonomi utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi Rusia dalam membangun kerja sama ekonomi China untuk mengurangi dampak sanksi ekonomi tahun 2022-2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, serta menggunakan teori neorealisme dan konsep economic statecraft sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rusia telah menerapkan sejumlah strategi, termasuk mendevaluasi dolar dalam perdagangan, memperkuat sistem pembayaran alternatif (SPFS–CIPS), meningkatkan ekspor energi, dan mempercepat investasi bilateral seperti Power of Siberia. Strategi ini terbukti membantu pemulihan ekonomi Rusia dengan peningkatan PDB pada 2023 dan 2024, serta menurunnya ketergantungan terhadap dolar AS dan sistem keuangan Barat. Namun, di sisi lain, kerja sama ini juga menimbulkan potensi ketergantungan baru terhadap Tiongkok yang lebih dominan secara ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kerja sama Rusia–Tiongkok pasca sanksi merupakan bentuk external balancing yang efektif namun memiliki risiko hubungan bilateral yang asimetris.

Published
2026-06-30
How to Cite
Firdaus, A. (2026). KERJA SAMA EKONOMI RUSIA DAN TIONGKOK PASCA SANKSI EKONOMI NEGARA BARAT TAHUN 2022-2024. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(3). https://doi.org/10.36859/gij.v2i3.4442