Kebijakan Impor Indonesia Terhadap Australia Dalam Kerjasama Perdagangan Daging Sapi Tahun 2018-2021

  • Chalida Nurul Rizqia Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Covid-19, Daging Sapi, Impor, Kebijakan

Abstract

Indonesia dan Australia bekerjasama dalam perdagangan daging sapi. Namun, wabah Covid-19 melanda dunia pada tahun 2019, termasuk Indonesia dan Australia. Pandemi mengakibatkan Pemerintah Indonesia harus memberlakukan kebijakan yang membatasi impor termasuk daging sapi dari luar. Adanya kebijakan ini menyebabkan harga daging sapi di pasar domestik Indonesia mengalami fluktuasi. Australia pun mengalami dampaknya, dimana Australia sebagai eksportir harus menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan pasar serta kebijakan Pemerintah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Indonesia merumuskan kebijakan kerjasama perdagangan ini ketika menghadapi pandemi Covid-19 yang mengubah ekonomi dunia. Metode yang di pakai oleh peneliti adalah menggunakan penelitian kualitatif deskriptif serta landasan teori yaitu liberalisme dari Immanuel Kant. Kebijakan impor Indonesia ini bersifat ambivalen: disatu sisi menjaga keterjangkauan harga dan rantai pasokan impor namun disatu sisi tetap mempertahankan hambatan non-tarif untuk melindungi peternak lokal. Dan pandemi Covid-19 memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dari sebuah Negara tidak bisa lepas dari pengaruh tren global atau apa yang sedang melanda dunia internasional.

References

Adi Hidayat, “Daftar komoditas ekspor utama Indonesia ke Australia 2024”, Katadata (13 Juni 2025)
Aulia Mutiara Hatia Putri, “Sejak 2011, Produksi Daging Sapi di Indonesia Tak Stabil”, CNBC Indonesia (23 Januari 2023), internet, diakses pada tanggal 12 Agustus 2025 dari https://www.cnbcindonesia.com/research/20230125140755-128-408154/sejak-2011-produksi-daging-sapi-di-indonesia-tak-stabil#:~:text=Dalam%20daftar%20tersebut%20tentunya%20Indonesia%20belum%20masuk,sapi%20mencapai%20273%2C53%20ribu%20ton%20pada%202021.
A. Lee, “Wuhan novel coronavirus (COVID-19): why global control is challenging? Author links open overlay panel,” Public Health 170 (2020).
Boyd Whalan, “Queensland dan Indonesia: Mitra menuju masa depan pangan yang tangguh”, Kompas (25 Mei 2025), internet, diakses pada tanggal 11 Agustus 2025, dari https://www.kompas.id/artikel/queensland-dan-indonesia-mitra-menuju-masa-depan-pangan-yang-tangguh-2
Bruce Russet, “Liberalism,” in International Relations Theories Discipline and Diversity, ed. oleh Tin Dunne, Milja Kurki, dan Steve Smith (Oxford: Oxford University Press, 2013).
Dzulfiqar Fathur, “Pemerintah Pertimbangkan Diversifikasi Impor Daging Sapi”, The Jakarta Post (28 Januari 2021), internet, diakses pada tanggal 16 Agustus 2025, dari https://www.thejakartapost.com/paper/2021/01/29/govt-considers-diversifying-beef-imports.html
Jasa Impor, “Jasa Impor Barang dari Australia aman dan murah” Masterimportir (14 Januari 2025), internet, diakses pada tanggal 11 Agustus 2025 dari https://masterimportir.com/jasa-impor-barang-dari-australia/#:~:text=Indonesia%20Impor%20Barang%20Apa%20Saja,juga%20masuk%20dalam%20daftar%20impor.
Kementerian Pertanian RI. Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Sapi Semester I Tahun 2021. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2021.
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012).
Najia Helmiah, Simulasi Kebijakan Pada Implementasi Perjanjian Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) Terhadap Pasar Daging Sapi Domestik” Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (2021), Vol. 15, No.2. hlm 173.
Thomas Yusar Getaevan, “Penyebab Harga Daging Sapi Lokal Lebih Tinggi Dari Harga Daging Sapi Impor Serta Cara Mengubah Kesenjangan Harga” JURNAL UBAYA (2019), Vol.8, No.1, hlm 2010.
Published
2026-05-13
How to Cite
Rizqia, C. (2026). Kebijakan Impor Indonesia Terhadap Australia Dalam Kerjasama Perdagangan Daging Sapi Tahun 2018-2021. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(2). https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.4432