KEPENTINGAN NASIONAL AMERIKA SERIKAT DI TIMUR TENGAH DALAM PEMANFAATAN SITUASI PASCA VACUUM OF POWER IRAN TAHUN 2024-2025
Abstract
Penelitian ini membahas kepentingan nasional Amerika Serikat di Timur Tengah dalam memanfaatkan situasi pasca vacuum of power Iran pada tahun 2024-2025, setelah meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi. Permasalahan utama adalah bagaimana Amerika Serikat memanfaatkan ketidakpastian politik di Iran demi memperkuat pengaruhnya di kawasan yang strategis ini. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi politik, militer, dan ekonomi Amerika Serikat dalam menghadapi dinamika geopolitik pasca kematian Presiden Raisi serta implikasinya terhadap stabilitas regional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan luar negeri AS, laporan institusi penelitian internasional, dan sumber-sumber sekunder serta wawancara dengan narasumber ahli terkait kepentingan nasional Amerika Serikat di Timur Tengah terhadap Iran. Data dianalisis secara sistematis menggunakan kerangka teori kepentingan nasional oleh K.J Holsti yang terdiri dari core interest, middle range objectives, dan long-range objectives. Kesimpulannya, vacuum of power Iran tidak terjadi pada kenyataannya namun dimanfaatkan AS sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi regionalnya melalui kombinasi instrumen diplomatik, ekonomi, dan militer, sejalan dengan prinsip neorealisme dalam mempertahankan kepentingan nasional di lingkungan internasional yang anarkis.

.png)
.png)
