Dampak Kebijakan Jepang Terhadap Respon Korea Selatan Dalam Isu Comfort Women Tahun 2015-2025

  • Ratu Permata Risnandia Adha Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Kata Kunci: Korea Selatan, Jepang, comfort women, kebijakan luar negeri, National Role Conception

Abstract

Isu comfort women merupakan permasalahan sejarah sensitif dalam hubungan Korea Selatan–Jepang. Meski telah ada upaya penyelesaian, termasuk perjanjian 2015, perbedaan persepsi antara pemerintah, publik, dan kelompok korban membuat isu ini tetap memicu ketegangan diplomatik. Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan Jepang terhadap Korea Selatan pada isu comfort women dengan kerangka National Role Conception Holsti. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan data sekunder dari dokumen resmi, media, survei opini publik, dan literatur akademik. Hasilnya menunjukkan bahwa perjanjian 2015 memicu respons beragam: pemerintah berupaya menjaga hubungan diplomatik, namun menghadapi tekanan publik dan korban yang menilai kebijakan tidak memadai memulihkan martabat mereka. Korea Selatan memposisikan diri sebagai pembela hak asasi manusia, sehingga kebijakan yang dinilai tidak berpihak memicu resistensi politik dan sosial domestik. Isu ini berdampak pada hubungan bilateral, identitas nasional, dan legitimasi pemerintah.

Published
2026-05-13
How to Cite
Adha, R. P. R. (2026). Dampak Kebijakan Jepang Terhadap Respon Korea Selatan Dalam Isu Comfort Women Tahun 2015-2025. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(2). https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.4366