STRATEGI NASIONAL RUSIA DALAM KONFLIK SURIAH PASCA-JATUHNYA BASHAR AL-ASSAD (2024-2025)
Abstract
Dinamika kejatuhan Rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024 di Suriah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam konstelasi politik Suriah serta dinamika geopolitik dalam Kawasan Timur Tengah. Rusia, sebagai sekutu utama Rezim Assad dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan kepentingan strategisnya di tenagh pemerintahan baru yang dipimpin oleh pihak kelompok oposisi Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi nasional Rusia dalam menghadapi transisi kekuasaan tersebut dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta teknik studi kepustakaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Rusia mencakup tiga dimensi utama: diplomasi-politik, militer-keamanan, dan ekonomi-energi. Di tengah tantangan berupa ketidakpastian politik domestik di Suriah, persaingan kekuatan asing dan tekanan internasional, Rusia tetap mempertahankan kehadirannya melalui penguatan pangkalan militer, negosiasi politik dengan aktor lokal serta menjaga kepentingan nasionalnya khususnya dalam mempertahankan pengaruh geopolitiknya di Kawasan.

.png)
.png)
