NORMALISASI HUBUNGAN DIPLOMATIK MESIR TERHADAP TURKI TAHUN 2021-2023
Abstract
Pada tahun 2021, Mesir mulai membuka kembali jalur komunikasi diplomatik dengan Turki setelah hampir satu dekade hubungan kedua negara membeku akibat perbedaan sikap politik, terutama pasca kudeta terhadap Presiden Mohamed Morsi dan dukungan Turki terhadap Ikhwanul Muslimin. Normalisasi ini mencerminkan penyesuaian kebijakan luar negeri Mesir yang lebih pragmatis, dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik kawasan seperti konflik di Libya, ketegangan dengan Ethiopia terkait GERD, serta tekanan ekonomi domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan di balik normalisasi hubungan Mesir–Turki selama periode 2021–2023. Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur dari sumber primer dan sekunder, ditemukan bahwa normalisasi ini didorong terutama oleh kepentingan keamanan nasional dan kebutuhan ekonomi Mesir. Sementara itu, aspek diplomatik turut berperan namun bukan sebagai faktor utama, melainkan sebagai sarana mendukung stabilitas kawasan dan memperkuat posisi Mesir di kancah internasional.

.png)
.png)
