KEBIJAKAN MAXIMUM PRESSURE AMERIKA SERIKAT TERHADAP PROGRAM NUKLIR IRAN TAHUN 2018-2020
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan maximum pressure Amerika Serikat terhadap program nuklir Iran pada era kepemimpinan Donald Trump (2018–2020). Dengan menggunakan pendekatan teori neorealisme, penelitian ini menilai dinamika hubungan kekuasaan dalam sistem internasional yang anarkis. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berhasil melemahkan ekonomi Iran, namun gagal dalam menghentikan program nuklirnya. Sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, serta pembunuhan terhadap Jenderal Qassem Soleimani menjadi bagian dari strategi tekanan maksimum. Respons Iran berupa peningkatan pengayaan uranium menunjukkan resistensi terhadap kebijakan koersif AS. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan multilateral dan diplomasi untuk merespons isu-isu nuklir secara efektif.

.png)
.png)
