Strategi Gastrodiplomasi Turki dalam Membangun Nation Branding di Uni Eropa Pasca Kebijakan Otoritarian

  • Aspi Islami Mufti Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Gastrodiplomasi, Turki, Nation Branding

Abstract

Turki menghadapi krisis legitimasi di mata internasional akibat kebijakan otoritarian Presiden Recep Tayyip Erdogan pasca-2023, yang ditandai dengan pelemahan demokrasi, pembatasan kebebasan sipil, dan sentralisasi kekuasaan. Dalam konteks penurunan citra ini, pemerintah Turki mengadopsi strategi gastrodiplomasi sebagai bagian dari nation branding untuk membangun kembali reputasi negara di kawasan Uni Eropa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi gastrodiplomasi digunakan untuk memoderasi persepsi negatif melalui promosi kuliner nasional. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji praktik gastrodiplomasi Turki dalam program seperti Turkish Cuisine Week, peluncuran buku masak oleh Emine Erdogan, serta peran restoran diaspora di Jerman, Prancis, dan Belanda. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesenjangan antara narasi budaya yang ditampilkan dan kondisi politik domestik yang represif, gastrodiplomasi tetap berfungsi sebagai alat simbolik yang mampu membentuk opini publik secara halus. Kesimpulannya, strategi ini mencerminkan dinamika kontestasi antara citra kultural yang inklusif dan realitas otoritarianisme, serta memperlihatkan bagaimana soft power digunakan sebagai kompensasi terhadap defisit legitimasi politik dalam arena hubungan internasional.

Published
2026-05-13
How to Cite
Mufti, A. (2026). Strategi Gastrodiplomasi Turki dalam Membangun Nation Branding di Uni Eropa Pasca Kebijakan Otoritarian. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(2). https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.4259