Kebijakan Sanksi Swiss Sebagai Coercive Diplomacy dalam Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022-2024

  • Jansye Arianeu Hedohari Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Swiss, Kebijakan Sanksi, Diplomasi Koersif, Konflik Rusia-Ukraina, Realisme Defensif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan sanksi Swiss terhadap Rusia dalam konteks konflik Rusia–Ukraina 2022–2024, dengan menggunakan teori Realisme Defensif oleh Kenneth Waltz dan konsep Coercive Diplomacy oleh John J. Mearsheimer. Sebagai negara netral, Swiss menghadapi tantangan besar dalam menanggapi tekanan global akibat agresi Rusia terhadap Ukraina. Meski memiliki tradisi netralitas yang kuat, Swiss memutuskan untuk mengadopsi sanksi Uni Eropa terhadap Rusia sebagai bentuk tekanan non-militer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa keputusan Swiss merupakan langkah strategis yang merefleksikan diplomasi koersif serta bentuk respons defensif dalam mempertahankan stabilitas kawasan. Kebijakan sanksi tersebut juga menunjukkan adaptasi nilai netralitas Swiss terhadap tuntutan moral dan keamanan internasional.

References

-
Published
2026-06-30
How to Cite
Hedohari, J. (2026). Kebijakan Sanksi Swiss Sebagai Coercive Diplomacy dalam Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022-2024. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(3). https://doi.org/10.36859/gij.v2i3.4122