STRATEGI DIPLOMASI PUBLIK THAILAND TERHADAP WISATAWAN MUSLIM DI ASIA TENGGARA 2017-2021

  • Putri Febriani Masda Universitas Jenderal Achmad Yani
Keywords: Soft Power Diplomacy, Thudong, Cultural Diplomacy, Religious Tourism, Prostitution Issue

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi nation branding yang diterapkan Thailand melalui penyelenggaraan event Thudong Internasional pada tahun 2023. Thudong adalah tradisi ziarah yang melibatkan perjalanan para biksu Thailand ke berbagai wilayah sebagai bagian dari praktik spiritual dan meditasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi kontribusi Thudong dalam menciptakan persepsi positif tentang Thailand di kancah internasional. Berdasarkan temuan penelitian, event Thudong Internasional memungkinkan Thailand untuk memproyeksikan nilai-nilai spiritual dan budaya yang dalam, yang selaras dengan prinsip-prinsip Buddhisme seperti kedamaian, pengendalian diri, dan pengabdian kepada sesama.

References

___, “His Majesty King Maha Vajiralongkorn PhraVajiraklaochaoyuhua”, Chakry Dynasty (2024) diakses dari www.chakridynasty.au.edu pada 6 Oktober 2024.
___, “Kondisi Geografis Thailand Lengkap dengan Kondisi Astronomisnya”, Kumparan (29 September 2021) diakses dari www.kumparan.com pada 6 Oktober 2024.
___, “Prime Minister (Sections 19-20)”, Thailand Law Library (2024) diakses dari www.siam-legal.com pada 6 Oktober 2024.
___, “Thailand Setelah Raja Bhumibol”, UII (6 Mei 2022) diakses dari www.uii.ac.id pada 6 Oktober 2024.
___, “Thailand”, Google Arts & Cullture (2024) diakses dari www.artsandculture.google.com pada 6 Oktober 2024.
Afkar Aristoteles Mukhaer, “Memahami Thudong, Perjalanan Panjang Para Biksu Buddha Jelang Waisak”, National Geographic (22 Mei 2024) diakses dari www.nationalgeographic.grid.id pada 27 Juni 2024.
Ahana Roy, Repressed Identities: Sex Work in Thailand, Asia in Global Affairs (17 September 2023), diakses dari www.asiainglobalaffairs.in pada tanggal 27 Oktober 2024.
Alexander Eser, “Disturbing Prostitution in Thailand Statistics Revealed: Industry Impact Exposed”, worldmetrics.org (23 Juli 2024) diakses dari www. worldmetrics.org pada 14 Agustus 2024.
Alexander Wendt, “Contructing International Politics”, International Security, Vol. 20, No. 1. (1995). 71-81.
Alyson Brody, Nine Prostitution in Thailand: Perceptions and Realities, dalam buku Getanjali Gangoli dan Nicole Westmarland, International Approaches to Prostitution: Law and Policy in Europe and Asia, Bristol, Policy Press Scholarship (2006), Hal. 185-207.
Amnuaypond Kidpromma, Buddhist Modernism and the Piety of Female Sex Workers in Northern Thailand, Religions, Vol. 13, No. 4 (2022), Hal. 350-366.
Andry Triyanto Tjitra, “Biksu Thudong Ungkap Kisah Haru dalam Perjalanan Menuju Candi Borobudur”, Tempo.co (21 Mei 2024) diakses dari www.nasional.tempo.co pada 6 Juni 2024.
Apornrath Phoonphongphiphat, Thai Car Production Drops 25% in September as Demand Skids, Nikkei Asia (24 Oktober 2024), diakses dari asia.nikkei.com pada tanggal 26 Oktober 2024.
Asep Setiawan & Endang Sulastri. “Pengantar Studi Politik Luar Negeri”, (Jakarta: UM Press, 2017). Hlm. 76-77.
Aurora Amendral, How the Pandemic Has Upended the Lives of Thailand’s Sex Workers, NPR (3 Februari 2021), diakses dari www.npr.org pada tanggal 26 Oktober 2024.
Bafageh.com, “Loi Krathong Festival, Thailand: Mengapungkan Doa dan Memuja Sungai dengan Megah”, Bafageh.com (13 Juni 2023) diakses dari www.bafageh.com pada 3 Juni 2024.
Bakri, “Keagungan Warisan Raja Thailand”, Serambi News (3 Januari 2018) diakses dari www.aceh.tribunnews.com pada 6 Oktober 2024.
Busro, “Agama Buddha Di Indonesia: Sejarah, Kemunduran Dan Kebangkitan”, (Bandung: UIN Sunan Gunung Djati, 2017) diunduh dari www.osf.io pada 5 Juni 2024.
C. Van Kerkwijk, “Sex tourism in Thailand”, AIDS Soc. Vol. 4 No. 1 (1992).
Candra Dvi Jayanti, “The Thudong Bhikkhu Pilgrimage: A Reflection of Relational Harmony in Indonesia’s Interreligious Dialogue Discourse”, Societas Dei: Journal of Religion and Society Vol. 11 No. 1 (2024). Hlm. 39-55
Carla Boonkong dan Pranee O’ Connor, Plan to Bring Grab Drivers and Sex Workers into the Tax Net with A Bill to be Laid Before Parliament in Months, The Examiner (25 September 2024), diakses dari www.thaiexaminer.com pada tanggal 27 Oktober 2024.
Chandra Dvi Jayanti, The Thudong Bhikkhu Pilgrimage: A Reflection of Relational Harmony in Indonesia’s Interreligious Dialogue Discourse, Journal of Religion and Society, Vol. 11, No. 1 (2024), Hal. 40-55.
Chas W. Freeman, “The Diplomat's Dictionary”, (Washington, DC: United States Institute of Peace, 2010).
Chiratikan Sanguancheep, “"Thai" Berarti Kebebasan: Kami Memanggil Anak Sesuka Hati Kami”, Culture Flipper (2 Februari 2024) diakses dari www.cultureflipper.com pada 6 Oktober 2024.
Published
2025-10-15
How to Cite
Masda, P. (2025). STRATEGI DIPLOMASI PUBLIK THAILAND TERHADAP WISATAWAN MUSLIM DI ASIA TENGGARA 2017-2021. Global Insight Journal : Jurnal Mahasiswa Hubungan Internasional, 2(1). https://doi.org/10.36859/gij.v2i1.3651